Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

The Day Beyond The Haze

Leave a comment

Kamis, 5 Maret 2009, saya sempat mengalami yang namanya “the day beyond the haze/ suatu hari di balik bayang-bayang”. Cuma bayang-bayang disini bukan bayangan sinar matahari, bayangan gedung yang tinggi, apalagi bayangan akan kisah-kisah di masa lalu. Bayangan yang membuat saya sampai menulisnya di blog ini adalah bayangan asap yang keluar dari mobil di jalanan Kota Bandung.

Kalau mobil kebanyakan mungkin tidak menjadi persoalan. Masalahnya, asap yang benar-benar banyak dan hitam -sehingga mengganggu pandangan dan pernapasan- ini berasal dari bis Damri, yang notabene milik pemerintah. Selama di balik asap, di atas motor, sepanjang jalan Dipati Ukur, saya mendongkol dalam hati kira-kira begini: “pemerintah ini kok gak konsisten sih, minta warganya kurangin emisi kendaraan, tetapi angkutan umum dari pemerintah sendiri malah biang polusi”.

Pemerintah memang berhak untuk meminta warganya meminta ini dan itu. Tetapi, kalau yang meminta tidak memulai hal yang baik, ya jangan salahkan kalau warga tidak menuruti perintah sang “bos negara”. Semoga bapak-bapak yang mengeluarkan berbagai kebijakan -tidak hanya kebijakan tentang emisi kendaraan- di negara ini senantiasa memulai kebijakan itu dari diri mereka sendiri. Kalau tidak nanti bisa-bisa di negara ini jadi “every day beyond the hazes”, bukan lagi bayang-bayang dari asap kendaraan, tetapi bayangan akan kegagalan karena tidak sadar dengan diri sendiri.

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s