Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Perempuan dan Kehidupan

3 Comments

Paling tidak ada tiga alasan mengapa saya harus menaruh rasa hormat kepada perempuan di seluruh dunia. Pertama, perempuan adalah anasir utama mengapa manusia masih bisa bertahan hidup (baca: berkembang biak) sampai saat ini. Dari rahim perempuan Yang Maha Kuasa meniupkan nafas kita ke dunia, setelah perempuan juga yang menderita selama 9 bulan; susah bergerak, tidak enak makan, tetapi setiap saat diliputi perasaan yang bahagia akan adanya suatu “keajaiban” yang bergerak di dalam perutnya.

Kedua, perempuan yang pertama kali mengajarkan pelajaran tentang rela berkorban dan bagaimana menjalani kehidupan. Disaat-saat bahagia karena telah “menciptakan” kehidupan baru, perempuan harus banting tulang mengurus kehidupan baru yang meminta banyak perhatian tersebut.

Perempuan juga yang mengajarkan bagaimana menjalani hidup ini. Mulai dari pelajaran jangan berbohong, hormatlah pada orang tua, makanlah pakai tangan kanan. Semua itu rasanya yang mengajarkan adalah perempuan, karena sang laki-laki harus mencari nafkah untuk keluarganya. Jika tidak ada perempuan, mungkin kita tidak mendapatkan kepekaaan akan hal-hal yang kelihatannya sepele tersebut.

Ketiga, perempuan yang menyeimbangkan kehidupan ini. Tanpa perempuan, dunia akan berjalan hanya dengan logika dan materialismenya. Perempuan melakukan kontrol jika dirasa sang laki-laki sudah melenceng dari pakem. Tidak heran, jika dalam sebuah keluarga perempuanlah yang diserahi tugas untuk mengelola masalah keuangan. Itu satu bukti bahwa perempuan memang fitrahnya sebagai controller.

Sudah terlalu banyak perempuan yang terbukti mempengaruhi jalan hidup sang laki-laki yang katanya selalu dominan. Mungkin pembaca masih ingat cerita Barack Obama yang mengakui besarnya dukungan yang diberikan oleh Michelle istrinya sehingga ia bisa menjadi Presiden AS. Khadijah yang menguatkan Muhammad, saw atas kenabian yang beliau peroleh. Atau mungkin cerita dari rumah kita sendiri yang melihat bagaimana ibu yang menenangkan ayah yang capek dan kusut sepulang dari pekerjaan.

Semua itu membuktikan bahwa perempuan-perempuan di dunia ini ada tidak hanya untuk jadi pendamping, tetapi lebih dari itu yang bisa mereka lakukan untuk menciptakan harmonisasi di dunia.

Akhirnya, untuk perempuan-perempuan di seluruh dunia, tetaplah berjuang dan berkarya. Letakkanlah dirimu di tempat yang agung dalam romantika kehidupan dunia ini. Selamat Hari Perempuan 8 Maret 2009.

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

3 thoughts on “Perempuan dan Kehidupan

  1. makasih ka makasih…
    saya jadi terharu..
    wakakakak!!!

    kak! kenapa saya komen blog kakak adalah agar supaya dan alhasil kakak ngomen blog sayah! hahahaha

  2. it’s a beautiful, original, and nice opinion.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s