Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Kalau Ki Hajar Dewantara Bangkit dari Kuburnya

5 Comments

Kalau Ki Hajar Dewantara bangkit dari kuburnya

Mungkin beliau akan sangat bahagia

Karena pendidikan Indonesia sudah maju sedemikian pesatnya

Dibandingkan masa Budi Utomo dan Indische Partij

Kalau Ki Hajar Dewantara bangkit dari kuburnya

Mungkin beliau juga akan sangat bersyukur

Melihat siswa sekolah sudah bisa berseragam dan bersepatu

Tidak perlu lagi memakai baju karung goni dengan kaki bercakar ayam

Melihat siswa sekolah sudah mampu membeli buku

Tidak perlu lagi menghapus catatan di batu tulis tiap kali ganti pelajaran

Tetapi kalau Ki Hajar Dewantara bangkit dari kuburnya

Dan beliau diserahi amanat lagi untuk menjadi Menteri Pendidikan

Niscaya beliau akan segera menyadari

Keindahan dan kemajuan pendidikan hanya bisa dinikmati di permukaan

Saat diselami ke dasar maka cuma tersisa buih yang tidak ada artinya

Sekarang kalau Ki Hajar Dewantara bangkit dari kuburnya

Dan beliau meninjau sekolah-sekolah dan kampus-kampus

Entah perasaan apa yang berkecamuk di hatinya

Yang seharusnya melihat manusia dididik untuk menjadi manusia seutuhnya

Dididik untuk menjadi ksatria berhati baja dengan sikap seteguh batu karang

Tetapi sekarang baik yang mendidik maupun yang dididik

Sudah terlalu jauh meninggalkan pakem kekestariaan

Teguh, jujur, rendah hati, berjuang sampai mati

Tidak ada sikap ksatria dalam diri manusia

Yang ingin mencapai langit tetapi dengan usaha cuma sekejapan mata

Tidak ada sikap ksatria dalam diri manusia

Yang mengajarkan anak didiknya untuk berbuat curang

Hanya untuk memperoleh reputasi palsu bagi dirinya sendiri

Sekarang kalau Ki Hajar Dewantara bangkit dari kuburnya

Entah marah, sedih, atau kecewa yang dirasakannya

Melihat sikap pembesar-pembesar hasil pendidikan

Juga setali tiga uang

Pembesar-pembesar yang seharusnya menunjukkan kemuliaan hasil pendidikan

Pembesar-pembesar yang seharusnya bersikap brahmana dan sudra sekaligus

Bersikap Ing Ngarso Sung Tulodo

Memberikan teladan dan sekaligus melayani rakyat

Tetapi sang pembesar-pembesar tidak lebih dari sekedar

Anak-anak kecil yang berumur 40, 50, dan 60 tahun

Dan sekarang kalau Ki Hajar Dewantara bangkit dari kuburnya

Mungkin beliau akan bertanya kepada dirinya sendiri

“Apakah tidak sia-sia aku dulu menanggalkan nama Raden Mas Suwardi Suryaningrat?”

“Demi sebuah kerja yang ditebus dengan darah, keringat, dan air mata?”

“Tetapi sekarang cuma begini macam hasilnya?”

Dan selanjutnya beliau akan menangis menggerung-gerung

Mungkin memilih untuk kembali masuk ke kuburnya

Dengan hati yang hancur dan remuk redam

Meratapi kerja keras yang hasilnya tidak seindah yang diimpikan

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

5 thoughts on “Kalau Ki Hajar Dewantara Bangkit dari Kuburnya

  1. apa lo sedang menghadapi situasi sulit rul dalam perjalanan lo menjadi pendidik?
    Semangat Rully!!

  2. “kaki bercakar ayam” ambigu rul, pake nyeker aja. ntar disangka mutan lagi

  3. nice one. i read it like couple times, n still love to read it over n over. knp y? it just perfectly same with every single things that mingled yarn inside my brain. . .

  4. rul, gue sampai merinding deh bacanya. *merinding disko.

    Tidak ada sikap ksatria dalam diri manusia

    Yang ingin mencapai langit tetapi dengan usaha cuma sekejapan mata — love it!

    • @atiek, nida, batari: thx.
      ya, gw memang agak miris sama pendidikan di indonesia, hmm, kacau balau, baik yg dididik, yg mendidik, atau hasil pendidikan itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s