Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Ayo Buat Grand Design

Leave a comment

Akhirnya Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2009 melegalkan KTP, Paspor dan identitas lain sebagai bukti untuk mengikuti Pilpres. Ketentuan ini ditetapkan oleh Mahkamah Konsititusi (MK) setelah mendapatkan protes dari 2 (dua) pasang kandidat presiden-wakil presiden perihal kekisruhan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Saya tidak berniat membahas soal aspek-aspek politis di balik penetapan keputusan ini. Saya hanya tertarik soal cepatnya keputusan ini diambil. Pemilu tinggal 2 hari lagi, dan keputusan yang menurut saya sangat signifikan begitu mudahnya diambil. Bukan berarti saya bilang kalau MK yang biasanya lama menetapkan keputusan, tetapi sekarang cuma sehari bikin keputusan. Tetapi, kalau keputusan yang begitu penting diambil sedemikian cepat, tidakkah ini menunjukkan bahwa kita kurang memiliki konsistensi?

Walaupun menyakitkan, tetapi saya harus bilang kalau masalah inkonsistensi ini telah menjadi semacam “penyakit” di Indonesia ini. Bukan hanya sekali ini terjadi keputusan yang diambil begitu cepat. Tetapi seringpula kita jumpai bagaimana suatu keputusan yang diambil bertentangan dengan kaidah-kaidah dasar yang telah disusun sebelumnya, sehingga hasil kerja sebelumnya itu menjadi sia-sia.

Mungkin memang umum terjadi disini untuk tidak membuat grand design dalam suatu pekerjaan. Contoh paling kasat mata adalah tata kota. Begitu mudahnya mendirikan bangunan baru sana-sini. Wajar, karena pemerintah kota tidak punya masterplan tata kota. Akibatnya, tahu sendiri, hampir tidak ada kota di Indonesia yang tata letak dan tata ruangnya serapi di Eropa sana.

Memang membuat grand design itu bukan pekerjaan mudah. Butuh pengorbanan yang sangat besar, baik waktu, tenaga, dan biaya. Namun, saya optimis, kalau mau membuat grand design, pasti hasilnya optimal. Dulu semasa kuliah juga diajarkan seperti ini: “kalau mau membuat sistem to be yang bagus, maka pastikan bahwa sistem as is nya sudah dipetakan dengan baik”. Yah, semoga saja, meskipun inkonsistensi ini masih muncul di Pilpres kali ini, semoga Pilpres masih dapat berjalan lancer. Selamat mengikuti Pilpres, 8 Juli 2009.

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s