Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Kiat-Kiat Belajar Bahasa Inggris dengan Baik-Bagian Kedua (Berdasarkan Pengalaman Pribadi)

5 Comments

Ditulis di Bandung, 30 Maret 2011

(sambungan) Setelah kemampuan listening dan reading mencukupi, sebenarnya itu sudah bagus karena berarti Anda sudah bisa berbahasa Inggris secara pasif, selanjutnya adalah bagaimana bisa berbahasa secara aktif yang dalam hal ini diwakili oleh kemampuan writing dan speaking. Writing saya tidak menyiapkan secara khusus. Tetapi kebetulan selama 3 bulan sebelum tes IBT saya menulis paper penelitian yang akan dimajukan ke konferensi internasional. Sangat terasa kemudahan dalam menulis setelah saya membekali diri dengan kemampuan structure. Penulisan jauh lebih lancar dan cepat dari sebelumnya meskipun ketepatan kosakata dan idiom saya masih terkendala. Tetapi hal ini dapat dimengerti karena pertama, menulis teks akademik sama sekali berbeda dengan menulis blog dan yang kedua, memang kosakata bahasa Inggris sebanyak 600.000 kata, enam kali lebih banyak dibandingkan dengan kosakata bahasa Indonesia.

Hal yang menurut saya paling sulit adalah speaking. Kalau cuma sekedar lancar berbicara dalam bahasa Inggris, saya tidak pernah mengalami kendala. Tetapi, lancar serta menggunakan struktur gramatikal dan kosakata yang tepat dalam berbicara, itulah yang menyulitkan. Berikut dipaparkan contoh-contohnya. Dalam percakapan antara dua orang yang sedang berunding mau makan dimana, mestinya Anda sering bilang: Are you eating? Where do you eat? How is the food? Padahal tentu yang benar: Have you eaten? Where did you eat? How was the food? Sangat jarang orang Indonesia menggunakan past-tense dan present-perfect tense dalam berbicara, meskipun sebenarnya mereka memiliki pengetahuan akan itu. Mungkin Anda berpendapat bahwa berbicara dengan grammar yang betul itu tidak penting sepanjang lawan bicara mengerti apa yang sedang kita bicarakan. Pendapat Anda itu BETUL jika lawan bicara adalah juga orang Indonesia, tetapi sama sekali SALAH jika lawan bicara adalah English native speakers. Tenses dalam bahasa Inggris adalah hal yang sangat penting karena itu menyiratkan waktu terjadinya suatu peristiwa, hal yang tidak terdapat di struktur bahasa Indonesia.

Contoh kesalahan yang lain misalnya When I am a child; She isn’t work as teacher; I don’t at the class right now; He spoke clear. Dan kalau kita mendiskusikan ketepatan penggunaan kosakata, maka akan ditemukan banyak lagi kesalahan yang lain. Misalnya kapan menggunakan fill in dan fill out. Hal-hal itu mungkin kita anggap remeh karena kita semata mengejar kelancaran dalam berbicara. Tetapi itu sangat penting untuk pendengar native karena struktur bahasa itulah yang mereka mengerti. Kesalahan-kesalahan semacam itu sebenarnya jarang kita jumpai pada saat menulis, tetapi pada sangat sering ditemui pada saat berbicara. Dalam hal persiapaan speaking, saya beruntung mendapatkan kesempatan untuk menjadi asisten dosen tamu dari Belanda yang sedang mengajar di TI ITB. Dan seperti diketahui, orang Belanda bahasa Inggrisnya sangat baik (nilai TOEFL rata-rata warga Belanda adalah 607). Saya banyak terbantu melalui percakapan  dengan dosen tamu tersebut. Tetapi untuk mereduksi kesalahan-kesalaman gramatikal dan kosakata saya latihan mandiri dengan merekam monolog saya dalam bahasa Inggris. Hasil rekaman selalu saya ulang lagi untuk mengecek dimana kesalahan-kesalahan saya dalam berbicara.

Sebagaimana pembaca dapat lihat di tulisan pertama, nilai speaking saya 22. Artinya kemampuan berbicara saya pun belum terlalu baik. Dari hasil tes TOEFL disebutkan bahwa bicara saya sudah lancar tetapi masih banyak ketidakakuratan penggunaan grammar dan vocabulary. Saran saya untuk pembaca yang belum lancar dalam bicara bahasa Inggris, maka teruslah latihan sampai lancar terlebih dahulu. Setelah lancar, terus perbaiki kemampuan gramatikal dan perkaya kosakata.

Belajar bahasa Inggris tidak bisa dibilang “a lead pipe cinch” (mudah sekali), tetapi juga bukan merupakan hal yang mustahil untuk dilakukan. Perlu ditekankan kembali bahwa bahasa Inggris sangat penting. Cobalah amati, dahulu untuk mendaftar S2 ke luar negeri syarat TOEFL hanya 500, kemudian meningkat menjadi 520-530, 550, dan sekarang sudah ada yang mensyaratkan 575. Tidak hanya untuk sekolah lanjut, dalam hal pekerjaan pun bahasa Inggris penting apalagi bagi yang ingin bekerja di perusahaan multinasional. Berikut beberapa tips dari saya dalam belajar:

  • Disiplin adalah kunci utama. Saya menyusun jadwal rinci apa-apa saja yang harus dipelajari setiap hari. Dan jadwal itu benar-benar saya laksanakan. Kalau ada halangan segera saya ganti di hari berikutnya. Dalam sehari saya belajar hanya sekitar 1 jam, tetapi menurut saya itu jauh lebih baik daripada Anda belajar 8 jam tanpa henti tetapi hanya dilakukan sekali seminggu.
  • Manfaatkan hobi. Untuk latihan membaca dan mendengarkan tentu sebenarnya saya bisa mempelajari teks-teks bacaan dan conversation/audioscript TOEFL. Tetapi saya malahan belajar dengan membaca novel dan menonton film serial komedi sitkom, karena itulah memang hobi dan kesukaan saya. Jangan terjebak dengan gaya belajar klasik. Banyak media lain yang lebih “menyenangkan” yang bisa pembaca manfaatkan untuk belajar.
  • Perkaya kosakata. Siapakah diantara pembaca yang sebelum ini sudah mengerti arti dari ineffable, abysmal, deference, clandestine, recuperate? Itu adalah kosakata-kosakata yang sering dipakai dalam everyday English, tetapi kita sering tidak tahu. Setiap saya menemukan kosakata baru ketika membaca atau menonton, saya segera mencatatnya. Kemudian saya menampilkan 15 kosakata baru di dekstop laptop dan diganti setiap 3-5 hari. Dengan cara itu saya bisa mengingat sekitar 30-40% dari semua kosakata baru yang saya tampilkan.
  • Jangan mudah menyerah kalau Anda nantinya tidak langsung berhasil. Hal itu sangat wajar. Tidak ada orang yang langsung berhasil pada pelajaran pertamanya. Teruslah belajar, saya yakin Anda pasti berhasil. Masalahnya adalah kapan Anda akan berhasil? Ada seorang yang cepat berhasil, seorang yang lain lebih lama. Itu sama sekali tidak menjadi masalah, setiap orang berbeda kemampuan belajarnya.

Sebagai penutup, ingatlah bahwa belajar bahasa Inggris yang baik tidak bisa selesai hanya dalam 1-2 bulan. Kalau pembaca bisa menyelesaikan dengan baik pembelajaran tiga seri buku grammar dari Betty S. Azar dalam satu tahun, itu sudah sangat baik. Sekian dulu tulisan saya kali ini, jangan segan untuk menghubungi saya jika butuh bantuan. Selamat belajar dan semoga berhasil!

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

5 thoughts on “Kiat-Kiat Belajar Bahasa Inggris dengan Baik-Bagian Kedua (Berdasarkan Pengalaman Pribadi)

  1. wah.. luar biasa pak..:) makasi atas tips2nya..:)

  2. saya sungguh ingin bisa bahasa inggris aktif, saat ini saya hanya bisa bahasa inggris pasif, bagaimana cara yang paling bagus agar saya bisa berkomunikasi dengan b, inggris aktif pak??bisa kah kita bertukar email pak, agar saya bisa belajar lebih banyak kepada bapak..email saya zulfahmiyaswardi@gmail.com…terimakasih pak….

  3. terimakasih, mohon bimbingannya pak.

  4. Tips yang sangat berguna untuk yang sedang belajar bahasa inggris 🙂 Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s