Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Bakso Lapangan Tembak Senayan

1 Comment

Jalan Gerbang Pemuda, Senayan Jakarta; Rp 30.000–40.000 per porsi

Bakso dan es kolang-kaling.

Bakso dan es kolang-kaling.

Adem dan lapang, begitulah kesan pertama yang didapatkan waktu saya dan isteri mampir Bakso Lapangan Tembak Senayan di awal bulan Juni tahun ini. Suasana restoran ditata dengan model rumah Joglo di Jawa. Meja kursi warna coklat serta beberapa ornamen dan lukisan tradisional makin menambah kental kesan Jawa di tempat makan yang terkenal ini.

Memang bakso ini adalah salah satu kuliner yang sudah melegenda di Jakarta, dan sekarang sudah merambah ke seluruh penjuru Indonesia. Saya sendiri pertama kali makan bakso ini di Balikpapan di tahun 2009, tepatnya di Bandara Sepinggan, dan sejak itu saya langsung jatuh cinta dengan kelezatan bakso ini. Namun, yang bikin penasaran adalah saya belum makan di tempat aslinya, dan karena alasan inilah kemarin kami sempatkan kesini.

Furniture didominasi warna kayu.

Furniture didominasi warna kayu.

Bagi Anda yang bukan orang Jakarta, lokasi dapat dicapai dengan cukup mudah. Ancer-ancer yang paling mudah adalah Hotel Mulia Senayan, bakso berada tepat di seberang hotel. Jika Anda berjalan dari arah Senayan City, tinggal lurus menyusuri Jalan Asia Afrika kira-kira 1-2 km, dan Anda akan menemukan bakso di sebelah kanan jalan.

Kembali ke soal makanan, begitu kami disodori menu, ternyata yang disediakan bukan cuma bakso, banyak menu lain mulai dari masakan Cina sampai makanan yang agak kebarat-baratan. Namun, kami tetap memilih bakso, dan pilihan jatuh pada Bakso Spesial, saya memilih dengan kombinasi mie kuning dan bihun, sedangkan isteri memilih tanpa mie. Untuk minumnya, saya memilih es cincau kolang-kaling yang legendaris, sedangkan pilihan isteri jatuh ke es leci.

Menu.

Menu.

Tidak lama menunggu, sekitar lima menit kemudian pesanan sudah sampai di meja. Kami berdua pertama mencicip bakso dengan menyeruput kuahnya, dan ternyata memang sangat gurih. Rasa kaldu sapi bercampur sempurna dengan bumbu-bumbu, tanpa saus dan kecap kuahnya pun sudah nikmat. Begitu mencoba baksonya, ternyata tidak kenyal, ini menandakan bahwa proses pembuatannya tidak memakai pengawet. Tekstur bakso terasa lembut, menandakan bahwa daging sapi yang dipakai adalah kualitas pilihan. Di dalam bakso juga terdapat campuran jerohan babat dan usus sapi. Untuk minumnya, es cincau kolang-kalingnya cukup segar, namun beberapa biji kolang-kaling masih keras sehingga tidak bisa dimakan. Sedangkan untuk es leci, menurut saya terlalu manis.

Menu minuman.

Menu minuman.

Untuk semua menu tersebut, kami mendapatkan tagihan sebesar Rp 70.400, termasuk pajak. Harga yang menurut saya worth it, meskipun untuk minuman saya sedikit kurang puas. Selain kelezatan baksonya, seperti yang telah disebutkan di pembukaan, suasana restoran membuat kami serasa makan bakso bukan di Jakarta, tetapi serasa kembali ke Jawa. Sepertinya memang suasana inilah yang ditanamkan oleh pendiri Bakso Lapangan Tembak Senayan, alm Ki Ageng Widyanto. Rupanya Widyanto menyadari betul asal-usulnya yang ndeso dari Wonogiri, dan akhirnya merantau ke Jakarta tahun 1972. Widyanto membutuhkan waktu sepuluh tahun berjualan bakso keliling sampai akhirnya di tahun 1982 mempunyai warung pertamanya di eks Lapangan Tembak Senayan yang sekarang lokasinya sudah menjadi Hotel Mulia. Sekarang Bakso Lapangan Tembak Senayan sudah memiliki sekitar 120 restoran di seluruh Indonesia, namun di tempat cikal bakalnya, suasana ndeso tetap dijaga dan inilah menurut saya yang juga menjadi salah satu pemikat. Jadi, bagi Anda para penikmat bakso, segera tancap gas menuju TKP.

Jakarta, 1 Juni 2013

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

One thought on “Bakso Lapangan Tembak Senayan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s