Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Sop & Sate Kambing Bang Kumis: Makanlah Kambing Sebelum Makan Kambing Itu Dilarang

Leave a comment

Jalan Paledang No. 36, Bogor, Jawa Barat; Rp 40.000–50.000/porsi

Dari semua jenis daging, kambing adalah favorit saya, karena kombinasinya unik, gurih seperti daging ayam, dan tetap ada tekstur kenyal seperti daging sapi. Maka dari itu, hampir semua olahan masakan berbahan dasar daging kambing saya suka, tidak terkecuali sop kambing bersantan dan sate kambing.

Sop dan sate kambing yang dibakar kering.

Sop dan sate kambing yang dibakar kering.

Selama di Belanda, saya memang ngidam sop kambing bersantan. Disana saya sudah bisa membuat sop kambing kuah bening, namun untuk sop yang bersantan saya belum bisa membuat sendiri, karena kekurangan rempah-rempah, sehingga takut nanti daging kambingnya malah jadi bau.

Karena sudah kepingin berat, begitu sampai Indonesia saya dan isteri segera mencari kuliner ini. Kalau di Bandung kami berdua tahu tempat mana yang recommended untuk dua jenis makanan ini. Tetapi karena waktu itu posisi di Bogor, kami pun bertanya ke teman dan mencari-cari informasi di internet. Akhirnya, pilihan pun jatuh ke warung milih Bang Kumis di Jalan Paledang. Jika Anda dari Jalan Pajajaran (Botani Square), bisa naik angkot nomor 3 ke arah Bubulak, turun di Jalan Kapten Muslihat. Dari situ ganti angkot nomor 2 dan turun di ujung Jalan Paledang, Anda lanjut berjalan kira-kira 100 m dan warung akan ada sisi kiri jalan.

Warungnya sederhana.

Warungnya sederhana.

Suasana tempat makan, seperti dapat dilihat di foto, berkonsep warung, hanya terdapat empat buah meja panjang. Waktu itu saya dan isteri datang ke lokasi sekitar jam 12 siang, dan rupanya warung baru buka. Saya menanyakan menu ke Bapak penjual, dan beliau menjawab hanya terdapat dua jenis makanan, sop dan sate kambing. Kami pun memesan keduanya, 10 tusuk sate kambing dan 1 mangkuk sop. Terdapat dua pilihan untuk sate, apakah memakai bumbu kecap atau bumbu kacang, kami memilih bumbu kecap dengan dibakar kering. Sedangkan sop, pelanggan bisa memilih daging dan jerohan apa saja yang diinginkan, mulai dari lidah, telinga, babat, mata, dll. Saya memilih campur saja.

Pesanan yang pertama datang adalah sop. Saya langsung mencicipi kuahnya. Sebagaimana umumnya sop kambing ala Jakarta, selain kuah santan yang bercampur susu, ditambahkan juga minyak samin dan emping, benar-benar kombinasi yang pas kalau ingin menambah kolesterol Anda. Kuahnya cukup gurih, tetapi menurut saya rasa rempah-rempahnya kurang terasa sehingga beberapa bagian daging masih sedikit anyir. Lidah saya tidak bisa menemukan rasa cengkeh, padahal saya sangat suka rempah ini di sop kambing bersantan.

Sate yang dibakar setengah matang.

Sate yang dibakar setengah matang.

Tidak berselang lama, datanglah sate. Rupanya sate dibumbui kecap ala Tegal, artinya, terdapat juga irisan bawang merah, tomat, dan cabe rawit mentah, tanpa irisan kubis mentah seperti di sate Solo. Sama dengan prinsip steak yang “less tasty”, sate berbumbu kecap juga mengandalkan kesegaran daging, oleh karena itu bumbunya tidak macam-macam. Begitu mengecap tusukan pertama, saya menyimpulkan bahwa jelas daging yang dipakai Bang Kumis bukan kambing muda (calf/veal), karena teksturnya sudah agak keras. Daging juga tidak terlalu segar, tapi secara keseluruhan sate masih bisa dibilang nikmat. Karena nasi masih bersisa (dan akhirnya nambah setengah piring nasi lagi), saya pun memesan lagi lima tusuk sate, tapi kali ini dibakar setengah matang. Ternyata yang setengah matang lebih enak daripada dibakar kering.

Selesai bersantap, kami disodori harga Rp 83.000 sudah termasuk minuman dan dua emping. Cukup murah untuk makanan sebanyak itu. Kami pun pulang ke hotel dengan perut kenyang. Untuk Anda yang berkunjung ke Bogor, tidak ada salahnya mampir ke warung Bang Kumis ini. Meskipun tidak istimewa, tidak gampang juga mendapatkan warung dengan cita rasa seperti ini.

Bogor, 2 Juni 2013

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s