Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Soto Dahlok: Kelezatan Kuliner Legendaris Jember

Leave a comment

Gang Dahlok, Jalan Sultan Agung, Jember, Jawa Timur; Rp 15.000-25.000/porsi

Soto ayam dan kerupuk udang.

Soto ayam dan kerupuk udang.

Orang Jawa Timur asli bisa dipastikan menggemari soto, termasuk saya. Meskipun sudah hampir satu dasawarsa merantau meninggalkan Jawa Timur, sampai sekarang soto tetap jadi menu favorit saya. Maka dari itu, begitu awal bulan ini berkunjung ke Jember, saya dan isteri segera memutuskan untuk mencicipi soto yang sudah melegenda di Jember, Soto Dahlok.

Siang hari itu, selepas sholat Jum’at, kami ke Matahari dulu sekitar setengah jam, dan setelahnya segera meluncur ke TKP. Bagi Anda yang belum pernah kemari, patokan paling mudah adalah Jalan Sultan Agung. Berjalanlah pelan-pelan, jalan ini satu arah, jadi kalau terlewat Anda akan cukup repot untuk memutar. Anda akan menemui plang studio foto Jaya Abadi di sisi kiri jalan dan berhentilah disitu. Berjalanlah kira-kira 20 m, Anda akan menemui Gang Dahlok di sisi kanan jalan. Saya lupa nama resmi gang ini, kalau tidak salah Gang Fatahillah, tapi kalau tidak ketemu tanya saja ke tukang parkir, insha Allah mereka tahu.

Warung yang sempit tidak menghalangi pengunjung untuk datang.

Warung yang sempit tidak menghalangi pengunjung untuk datang.

Siang itu terik, dan begitu sampai Soto Dahlok makin terasa sumuk. Wajar saja, kondisi warung ini sempit memanjang dengan ventilasi yang kurang memadai. Walaupun demikian, kondisi warung masih tergolong bersih. Kami pun segera memesan. Warung ini hanya menyediakan soto ayam, dengan tiga varian, biasa, istimewa, dan jerohan. Soto istimewa memiliki lebih banyak suwiran ayam. Kami berdua kompak memilih soto jerohan dengan es jeruk sebagai minumannya. Default penyajian soto adalah nasi dicampur dengan kuah soto. Hal ini sangat lumrah di Jawa Timur, namun tidak umum bagi orang Jawa Barat dan Jakarta. Maka dari itu isteri saya yang asli Bandung memesan soto dengan disajikan terpisah antara nasi dengan kuahnya.

Bertemu sahabat karib waktu kuliah, Om Arief a.k.a. Babol.

Bertemu sahabat karib waktu kuliah, Om Arief a.k.a. Babol.

Begitu pesanan sampai di meja, langsung saja kami sikat. Dan kuahnya memang gurih, ini sepertinya berasal dari pemilihan ayam kampung sebagai bahan utamanya. Isi soto terdiri dari suwiran ayam, irisan jerohan, irisan telur rebus, irisan kentang rebus, tomat dan seledri. Saya mengamati ada yang unik di Soto Dahlok, taburan bawang merah goreng hanya sedikit, justru taburan bawang putih goreng yang lebih banyak. Hal ini menciptakan sensasi baru, semua perpaduan itu benar-benar bikin awak nggregesi ketika menyantap soto.

Banyak yang bilang kalau Soto Dahlok sudah tidak selezat generasi pertama dulu. Namun bagi saya cita rasa soto ini masih sulit dicari tandingannya, yang membuat diri ini selalu kangen untuk pulang ke Jember. Ketika membayar, kami disodori harga Rp 43.000 sudah termasuk tiga bungkus kerupuk. Harga yang worth it untuk kelezatan salah satu kuliner legendaris di Jember.

Jember, 7 Juni 2013

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s