Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Cinta dalam Sepotong Senja

Leave a comment

Untuk istriku tercinta

 

Adikku tercinta

Bersama surat ini kukirimkan kepadamu sepotong senja

Dengan angin sepoi-sepoi dan udara hangat di musim panas

Tidak ketinggalan dengan cahayanya yang keemasaan

Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?

Adikku, tahukah engkau

Langit memunculkan warnanya yang paling indah pada saat senja sore hari

Ini bukan pendapatku semata, alam pun mengamini

Rombongan burung berarak-arak pulang saat senja

Mereka ingin segera pulang dan menikmati keagungan itu bersama anak-anaknya

Angin meniupkan dirinya yang paling sejuk saat senja

Mereka bersiul gembira bersama sabda alam yang lain

 

Aku pun begitu

Senja amatlah mempesona, ingin kunikmati dan kuhabiskan tiap sore denganmu

Saling tukar cerita di bawah naungan senja yang jingga

Tidak perlu malu, angsa pun dengan riang berkerjaran di danau dengan pasangannya

 

Sayangnya sekarang itu tidak mungkin, Adik

Kita ada di sisi langit yang berbeda

Tapi aku tidak ingin engkau luput menikmati senja ini

Terlalu sayang untuk dilewatkan

Kau harus merasakannya juga, kelak ceritakan pula kepada anak keturunan kita

 

Maka inilah sekarang usahaku

Kucuplik sepotong senja sore ini dan kukirimkan padamu di surat ini

Dengan gemericik danau dan mendung yang muncul malu-malu di bulan Agustus

Juga dengan cericit suara burung yang bermain dengan kawan-kawannya

 

Tidak mudah mencuplik senja dan mengirimkannya kepadamu

Alam sangat mencintai senja, mereka tidak ingin ada yang mengambilnya

Aku harus memohon pada burung, angin, dan angsa

Mereka mengizinkan, tetapi hanya sepotong kecil ini yang bisa aku bawa pulang

 

Ah, Adik

Langit senja sore kali ini sungguh indah

Langit menghubungkan seluruh isi dunia

Aku percaya dua hati juga akan terhubung saat kita memandangi langit

Senja ini sungguh indah

Aku cuplik senja ini dan kirimkan kepadamu di surat ini

Dengan cahaya keemasaannya yang membuat terpesona

Semoga kamu menerimanya dalam keadaan lengkap

 

Groningen, 2 Agustus 2013, 22.02 CEST

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s