Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Sop Kaki Kambing BCA Dago: Lupakan sejenak kolesterol Anda!

Leave a comment

Pojok Dago-Dipati Ukur, sebelah Bank BCA Dago, Bandung; Rp 25.000 – 30.000

Sop daging sapi dengan warna kuning dari minyak samin

Sop daging sapi dengan warna kuning dari minyak samin

Menjelang waktu keberangkatan kami berdua ke Belanda, salah satu misi yang saya dan istri ingin tuntaskan adalah menikmati gurihnya sop kaki kambing. Tetapi tidak asal sop kambing, harus yang di sebelah BCA Dago. Tempat ini memang favorit kami berdua. Terakhir kali kami makan disini adalah sebelum saya berangkat ke Belanda bulan Desember tahun 2012, sudah lama sekali.

Sop kaki ini hanya buka di malam hari setelah jam 17 sore dan tutup di hari Minggu. Lokasinya adalah di sebelah Bank BCA Dago (Jalan Ir. H. Juanda) di perempatan Jalan Layang Pasupati. Kalau mau naik angkot, Anda bisa pakai Kalapa-Dago ke arah Kalapa atau Stasiun-Dago ke arah Stasiun, minta diturunkan di Bank BCA. Dari situ Anda jalan sedikit. Kalau bawa kendaraan sendiri, Anda bisa masuk dari Dago atau Jalan Dipati Ukur, mengarah terus ke bawah sampai mentok.

Tenda kaki lima yang selalu ramai

Tenda kaki lima yang selalu ramai

Lokasi warung ini sangatlah sederhana. Hanya berupa tenda kaki lima di pinggir jalan. Namun, kelezatan sopnya membuat warung ini selalu ramai. Terkadang pengunjung sampai harus berdiri menunggu ada tempat duduk yang kosong. Kami segera menuju mas penjual. Dapat diamati di gambar bahwa di meja penjual terdapat beberapa baskom yang isinya daging dan jerohan, kambing dan sapi. Sedangkan yang dibungkus di daun pisang adalah otak sapi yang masih agak encer. Anda bisa memesan secara custom, artinya Anda sendiri yang memilih bagian apa yang diinginkan mulai dari daging, telinga, paru, mata, babat, dll. Sedangkan saya dan istri, memilih opsi kedua, yaitu meminta penjualnya yang memilihkan. Saya memesan sop kambing campur daging dan jerohan, istri memesan sop daging sapi polos tanpa jerohan. Dua-duanya dengan ekstra bawang daun.

Baskom berisi daging sapi, daging kambing, jerohan kambing dan sapi

Baskom berisi daging sapi, daging kambing, jerohan kambing dan sapi

Setelah memesan, maka mas penjual akan memotong-motong daging dan jerohan, kemudian dimasukkan beberapa kali ke kuah santan dan susu kambing, disiram dengan kuah tersebut, ditambahkan minyak samin, terakhir diberi pelengkap bawang daun, tomat, dan taburan emping. Dari komposisinya, memang sajian disini sangat erat dengan lemak. Bisa jadi agak berbahaya kalau Anda punya kolesterol. Tetapi kalau hanya sekali-kali, masih bolehlah. Bisa dilihat di gambar pesanan kami yang sudah jadi, kuah sop sedikit berwarna kuning. Itu adalah bagian dari minyak samin, yang merupakan produk turunan dari lemak hewani.

Segera kami menyantap hidangan kami. Tambahkan sambal pedas, sedikit kecap dan jeruk nipis di sop. Tidak lupa acar sebagai pelengkap. Perpaduan rasanya benar-benar pas. Kuah santan yang gurih makin nikmat dengan citarasa susu. Namun, di sisi lain ada rasa cengkeh dan merica yang memberikan rasa panas. Daging dan jerohannya empuk dan tidak berbau. Bagi Anda yang tidak suka soto bersantan, percayalah, rasa sop disini tidak eneg. Saya suka acarnya yang ada potongan nanasnya, sehingga makin menambahkan kesan segar. Sayangnya waktu itu bawang goreng habis, sehingga nasi disajikan polos.

Sop kambing lengkap dengan jerohannya. Ini favorit saya

Sop kambing lengkap dengan jerohannya. Ini favorit saya

Meskipun ini adalah makanan khas Betawi, terbukti orang Bandung juga menggemarinya. Saya jadi teringat kalau banyak teman kuliah saya yang juga hobi makan disini. Waktu membayar, kami disodori bon sekitar lima puluhan ribu rupiah. Dengan citarasa yang tiada duanya, tentu dengan ikhlas kami membayar harga itu. Kami pun jadi tenang berangkat ke Belanda sudah terpuaskan makan sop kambing, hehehe.

Bandung, 9 Nopember 2013

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s