Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Cie Rasa Loom: Kuliner Aceh di Bandung

Leave a comment

Jalan Terusan Buah Batu 154, Bandung; Rp 15.000–25.000/porsi

Mie tumis spesial.

Mie tumis spesial.

Saya termasuk orang yang suka mencoba hal-hal baru, termasuk dalam hal makanan. Jika banyak teman-teman saya dari Jember yang selama kuliah setia dengan makanan Jawa Timur, saya senang mencoba makanan dari daerah-daerah lain di Indonesia. Begitu pula dengan Mie Aceh. Sejak pertama kali mencoba sekitar tahun 2006, saya langsung cocok.

Mie Aceh yang saya bahas disini adalah Cie Rasa Loom. Lokasinya adalah di Jalan Terusan Buah Batu yang ke arah kampus ITT Telkom, sebelum pertigaan ke Pasar Gordon. Selain disini, Cie Rasa Loom juga terdapat di Jalan Buah Batu. Saya lebih sering makan yang di Jalan Terusan Buah Batu karena lebih dekat ke rumah istri. Menurut teman yang dari Aceh, “cie rasa loom” berarti “coba rasakan lagi”.

Tampak dari depan.

Tampak dari depan.

Lokasi restoran tepat di pinggir jalan. Terdapat beberapa meja. Nuansanya cukup bersih. Selain itu disediakan juga mushola. Saya pun segera memesan. Menu favorit saya adalah mie tumis spesial. Biasanya saya memesan jus mentimun. Tetapi karena waktu agak kenyang, saya hanya memesan teh tawar untuk minumnya.

Tempatnya nyaman dan bersih.

Tempatnya nyaman dan bersih.

Tidak beberapa lama pesanan pun datang. Dapat pembaca lihat bahwa tekstur mie aceh bulat dan besar. Mie tumis sendiri berarti adalah tengah-tengah antara mie rebus dengan mie goreng, kuahnya hanya sedikit. Jika di bakmi jawa mungkin padanannya adalah mie nyemek. Isi dari mie tumis spesial adalah daging, udang dan cumi. Mie aceh juga disajikan dengan irisan bawang merah mentah, mentimun, cabe rawit dan emping melinjo.

Menu. Maaf tidak terlalu jelas fotonya.

Menu. Maaf tidak terlalu jelas fotonya.

Saya hancurkan sedikit emping dan tambahkan bawang merah ke mie. Saat masuk ke mulut, rasanya mantap. Berbeda dengan mie jawa yang bumbunya dominan bawang merah, bawang putih dan kecap, mie aceh rasa rempah-rempahnya sangat kuat. Saya tidak tahu apa rempah-rempahnya, mungkin sejenis ketumbar atau pala. Mungkin rasa rempah ini yang membuat tidak semua orang Jawa yang terbiasa dengan rasa manis suka dengan mie aceh.

Sepiring mie aceh pun saya habiskan. Untuk menu itu, saya membayar Rp 18.000. Harga ini menurut saya pantas untuk cita rasa yang disajikan. Saya sudah pernah makan mie aceh yang terkenal langsung di Kota Banda Aceh. Jika dibandingkan dengan Cie Rasa Loom, rasanya masih comparable. Untuk itu, menurut saya tempat ini sangat worth it untuk Anda kunjungi.

Bandung, 15 Maret 2014

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s