Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Kantin Rujak Cingur Pak H. Hadi: Jawa Timur Tenanan Rek!

Leave a comment

Jalan Wahid Hasyim No. 48, Jakarta; Rp 30.000–35.000/porsi; 021-3910357, 085813333645

Rujak cingur yang dirindukan

Rujak cingur yang dirindukan

Di akhir minggu pertama ketika saya Diklat Prajabatan, saya membuat janji bertemu dengan Yandy, Babol, dan Buyung di Jakarta karena bosan tidak ada kegiatan di Pusbangtendik. Janji tersebut pada sore hari. Saya berangkat sejak siang dan menemukan review yang bagus tentang Rujak Cingur Pak Hadi. Berhubung penasaran, saya ingin mengunjungi kantin tersebut. Teman-teman saya ajak tidak ada yang mau, jadilah saya kesana sendiri.

Waktu itu saya naik busway dan turun di halte Sarinah. Dari situ susurilah Jalan Wahid Hasyim yang terletak di antara Djakarta Theater dan Sarinah. Berjalanlah kira-kira 10-15 menit dan Anda akan menemui lokasi di sisi kiri jalan. Begitu sampai, memang tepat kalau pemiliknya menyebut tempat makannya ini sebagai kantin. Bangunannya sederhana cenderung tua. Di bagian depan terdapat beberapa bagian untuk meracik menu. Ada tempat mengulek rujak cingur, ada pikulan soto Madura, terdapat juga bakaran sate. Kesan pertama ini langsung mengingatkan saya akan warung-warung di Jawa Timur. Pelayan-pelayan yang berlogat suroboyoan juga makin menguatkan kesan ini.

Suasana jawa timuran

Suasana jawa timuran

Saya disodori menu, dan seperti pembaca dapat lihat di gambar, menu-menunya memang Jawa Timur. Saya memesan rujak cingur spesial lontong (ekstra cingur). Segera saya menikmatinya dan raasanya memang mantap. Maka menjadi wajar jika banyak yang memberikan review bagus terhadap tempat makan ini. Rujak cingur adalah perpaduan antara lontong, tempe goreng, tahu goreng, rebusan sayur kangkung dan tauge serta cingur. Masih ditambah dengan buah-buahan segar seperti jambu, kedondong, dan mentimun. Kesemuanya disiram dengan bumbu kacang, cabai rawit dan petis udang yang diulek halus dengan air asam jawa. Semua perpaduan itu ditambah dengan kerupuk blek membuat lidah ini terpuaskan.

Pilihan menu

Pilihan menu

Cingurnya terasa empuk dan tidak berbau. Namun yang menurut saya kurang waktu itu adalah rasa pedasnya. Saya sudah memesan rujak cingur pedas, tetapi ternyata tidak terlalu terasa pedasnya. Mungkin lain kali harus memesan pedas sekali. Selain itu, menurut saya porsinya terlalu kecil.

Sayur asemnya segar

Sayur asemnya segar

Sewaktu hendak pulang, tiba-tiba hujan turun dengan deras, dan karena tidak ada kerjaan, jadilah saya memesan semangkuk sayur asam. Pesanan datang dan disajikan panas. Sayur asam disini adalah versi daerah Arek (kawasan Surabaya, Malang dan sekitarnya). Sayur asam berwarna agak kecoklatan karena dicampur sedikit asam jawa, gula merah, dan terasi. Sedangkan isiannya adalah kacang panjang, labu siam, jagung, tewel (nangka muda), dan daun so (melinjo). Perpaduannya terasa segar di kala hari hujan itu.

Akhirnya, untuk semuanya saya membayar Rp 35.000. Saya sangat terpuaskan makan disini. Lain kali kalau ke Jakarta lagi saya akan merekomendasikan teman-teman untuk makan disini. Meskipun harganya sedikit mahal, namun cita rasa yang didapatkan sebanding.

Jakarta, 23 Maret 2014

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s