Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Sate Serasi Padang enak di Dipati Ukur Bandung

Leave a comment

Jalan Dipati Ukur, sebelah terminal bis DAMRI, Unpad, Bandung; Rp 15.000 – 20.000; 081322425965

Sate padang.

Sate padang.

Sebagian orang Jawa tidak menyukai sate padang, karena rasanya yang “aneh” dan bumbu kental yang menurut mereka tidak menarik. Menurut saya ini cukup disayangkan karena dengan membatasi diri maka kita akan kurang bisa merasakan keberagaman kuliner Nusantara. Saya pun awalnya begitu, dulu saja sudah punya prejudice yang kurang baik terhadap sate padang. Namun, setelah beberapa kali mencoba, ternyata justru saya jatuh cinta dengan sate dari Sumatera Barat ini.

Salah satu sate padang favorit saya di Bandung adalah Sate Serasi Padang. Menemukan warung sate ini cukup mudah. Anda bisa naik angkot menuju Jalan Dipati Ukur dan mintalah diturunkan di terminal bis DAMRI depan Universitas Padjadjaran (Unpad). Dari sini akan terlihat beberapa kumpulan warung tenda. Sate Serasi tepat berada di pojokan. Ketika itu saya makan sate karena waktu keberangkatan travel ke Sawangan, Depok masih sekitar 40 menit lagi.

Es campur.

Es campur.

Menu yang ditawarkan disini hanyalah sate. Saya pun memesan seporsi sate beserta es jeruk. Tidak berapa lama sate pun disajikan. Saya mengambil setusuk sate dengan ketupat yang dicocolkan ke bumbu kental, dan rasanya memang mantap. Bagi yang belum tahu, sate padang jauh berbeda dengan sate Madura atau sate jenis lain di Pulau Jawa. Sate terdiri dari tusukan daging dan lidah sapi yang sudah dibumbui terlebih dahulu. Pembakaran sate hanya sebentar dan fungsinya hanyalah untuk menghangatkan. Kemudian sate dan irisan ketupat disiram dengan kuah kental berwarna coklat. Sate padang tidak menggunakan kecap. Rasa yang dominan adalah rasa rempah-rempah yang terasa amat hangat dan nikmat di tenggorokan.

Tempat boleh sederhana, yang penting rasanya mantap.

Tempat boleh sederhana, yang penting rasanya mantap.

Jika suka, Anda juga bisa menambahkan keripik  singkong yang rasanya agak pedas. Cita rasa pedas ini memang menjadi ciri khas masakan dari daerah Minangkabau. Tetapi hal itu diimbangi dengan empuknya daging yang rasa bumbunya terasa nikmat. Apalagi sate disajikan di atas alas daun pisang. Harum dari daun pisang makin menambah selera makan. Setelah menghabiskan seporsi sate, minum es jeruk terasa menyegarkan.

Semua pesanan saya itu dibayar dengan harga kalau tidak salah Rp 19.000. Harga yang murah untuk sate padang yang mantap. Saya pun merasa puas dan libur long weekend di Bandung ketika itu ditutup dengan cara yang bagus.

Bandung, 31 Maret 2014

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s