Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Nasi Timbel Bawean: Timbelnya Urang Bandung

Leave a comment

Jalan Bawean Pav 3, Bandung; Rp. 15.000 – 30.000/porsi; 022-4211167, 081321252222

nasi merah, ayam goreng, pepes usus, pepes peda, jerohan ayam goreng

nasi merah, ayam goreng, pepes usus, pepes peda, jerohan ayam goreng

Pagi hari itu sekitar jam 10 saya dan Mas Iis baru saja selesai medical check-up. Prosedur medcheck mengharuskan kami puasa sejak pukul 22 semalam sebelumnya. Jadilah kami berdua merasa sangat lapar. Setelah berunding, akhirnya diputuskan untuk makan di Nasi Timbel Bawean.

Untuk menuju kesini, ancer-ancernya adalah perempatan Heritage Factory Outlet di persimpangan Jalan Banda dan Jalan Riau. Mengarahlah ke arah Kantor Pos di seberang dan lurus sampai bertemu lampu merah. Setelah lampu merah terdapat pertigaan dan beloklah ke kiri. Itulah Jalan Bawean. Nasi Timbel Bawean terletak di sisi kiri jalan.

suasana warung

suasana warung

Lokasi warung cukup kecil. Namun ditata dengan rapi dan berkesan bersih. Di bagian paling depan Anda akan menemui dua pilihan nasi yang dibungkus daun, merah atau putih. Kami berdua sama-sama memilih nasi merah. Setelah itu, terdapat jajaran lauk yang bisa Anda pilih sendiri mulai dari ayam goreng, pepes peda, pepes ikan mas, pepes ayam, pepes usus, tumis usus, ikan goreng, karedok leunca, dll. Di ujung meja swalayan terdapat lalapan dan sambal yang bisa dipilih. Sedangkan ikan asin dapat diambil di meja kasir.

menu swalayan

menu swalayan

Waktu itu saya mengambil ayam goreng paha atas, pepes usus, dan pepes peda. Pesanan Anda ini bisa digoreng atau dibakar ulang supaya lebih hangat. Saya pun segera menyantap dan terasa gurihnya ayam goreng yang menggoyang lidah. Apalagi dicocolkan ke sambal yang pedas terasa makin nikmat. Ayam goreng disini saya suka karena gurih. Tentunya karena sudah diungkep dengan bumbu-bumbu pilihan. Tidak ketinggalan saya mencoba pepes usus yang legit, juga pepes peda yang rasa asin ikannya bercampur pas sekali dengan bumbu parutan kelapa. Nasi dan aneka pepes yang dibungkus daun pisang membuat aroma harum yang meresap ke makanan.

Setelah santapan habis, kami berdua masih merasa lapar. Kami pun mengambil sebungkus lagi nasi merah dan dibagi berdua. Saya mengambil jerohan hati dan ampela ayam goreng sebagai lauknya. Jerohan goreng ini tidak terlalu berbumbu, namun terasa segar, seperti masakan Sunda pada umumnya.

Untuk kesemua pesanan itu, saya membayar sebesar Rp 26.000. Harga ini sangat pantas untuk makanan seenak dan sebanyak itu. Selain itu, jika Anda cermati, harga yang dibayarkan jauh lebih murah dibandingkan kalau makan di restoran cepat saji. Tentunya kualitas makanan disini juga lebih sehat.

Bandung, 8 April 2014

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s