Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Kehamilan minggu ke-15: syukuran 4 bulanan

Leave a comment

4 bulanan

Syukuran 4 bulanan di rumah mertua di Bandung

Seri Kehamilan #2

Begitu tahu bahwa Intan hamil, kami segera memberitahu keluarga di Indonesia. Jaman sekarang sudah canggih. Meskipun baik orang tua Intan dan orang tua saya agak gaptek, mudah saja bagi kami menghubungi. Kami berlangganan VOIP, yaitu layanan telepon menggunakan data internet. Pertama kami menelepon ke Bandung, ke keluarga Intan. Waktu itu yang mengangkat Apih, bapaknya Intan. Beliau sangat bersukacita begitu tahu puterinya hamil. Berita ini kemudian disampaikan ke Amih, ibu mertua saya. Setelahnya kami menelepon ke Semboro, yang mengangkat Mak’e. Beliau bersyukur tahu menantunya hamil dan titip pesan ke saya supaya menjaga Intan dan kandungannya.

Seperti umumnya orang Indonesia, terdapat beberapa syukuran untuk perempuan yang hamil. Syukuran tersebut biasanya pada usia kandungan 4 dan 7 bulan. Acara ini tidak diwajibkan oleh agama Islam. Bagi yang mampu, bisa mengundang beberapa orang dan biasanya menjamu makan setelah acara doa usai. Bagi yang tidak mampu, tentu tidak masalah jika berdoa sendiri. Intinya jangan sampai memberatkan seperti sampai berhutang demi mengadakan acara syukuran. Jika itu yang terjadi, tentu tujuan syukuran menjadi tidak tepat. Syukuran adalah bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas titipan rezekinya berupa jabang bayi. Acara ini bukanlah bentuk unjuk rasa gengsi bahwa tuan rumah mampu untuk mengundang dan menjamu orang datang ke rumahnya.

Kembali ke acara syukuran kehamilan Intan. Kondisi kami berdua yang sedang ada di Belanda membuat acara syukuran dilaksanakan di rumah mertua di Bandung tanpa dihadiri Intan. Tentu ada sedikit rasa sedih karena tidak bisa datang langsung di acara ini. Tetapi tidak apa-apa, yang penting doanya insha Allah sampai. Syukuran yang pertama biasanya dilaksanakan pada usia kehamilan 4 bulan, karena di waktu ini menurut agama ruh bayi ditiupkan di kandungan.

Di daerah saya, Semboro, Jember, Jawa Timur, biasanya empat bulanan dihadiri oleh bapak-bapak tetangga. Saya pun dulu sering ikut acara ini. Menyenangkan, selain ikut berdoa bagi tetangga yang sedang hamil, dapat juga bertemu dengan para tetangga. Kalau di Semboro, biasanya hidangan yang disajikan adalah soto/rawon, dan waktu pulang dititipi oleh-oleh berupa nasi dan lauk pauknya yang disebut berkat. Menurut guru Bahasa Jawa saya, berkat selain bisa berarti berkah, juga mungkinb berasal dari kata, mak brek diangkat (begitu dapat diangkat). Memang yang terjadi seperti itu, begitu dapat berkat, bapak-bapak segera pulang membawa oleh-oleh tersebut ke rumah masing-masing, hehehe.

Di Bandung, dengan budaya Sunda, rupaya praktik empat bulanan agak lain. Tamu yang diundang berdoa adalah ibu-ibu. Waktu masih pacaran dulu, saya pernah ikut acara empat bulanan tantenya Intan. Waktu itu yang diundang adalah ibu-ibu pengajian dengan seragam yang kompak. Setelah sampai rumah mereka mengaji kitab suci. Setelah selesai makan bersama, dan waktu pulang diberi oleh berkat nasi kotak dan oleh-oleh kecil. Syukuran empat bulanan di rumah Amih pun sama. Ibu-ibu pengajian (Sunda: pangaosan) yang pemimpinnya masih saudaranya Amih datang memanjatkan doa. Mungkin jumlahnya sekitar 20 orang.

Meskipun berbeda antara Jawa dan Sunda, intinya tetap sama. Bersyukur atas karunia Allah SWT dan berdoa kepada-Nya agar ibu dan bayinya selalu sehat dan kelak ketika lahir menjadi anak yang sholeh/sholehah. Terima kasih Amih dan Apih yang sudah mengadakan syukuran empat bulanan di Bandung 🙂

Groningen, 23 Agustus 2014, jam 16:33 CEST

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s