Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Italia: Eloknya kota Florence

Leave a comment

Florence dari Piazzale Michelangelo

Florence dari Piazzale Michelangelo

Kami sengaja berangkat dari Bologna agak pagi supaya mempunyai waktu yang banyak di Florence, kota tujuan selanjutnya. Kereta sampai di kota kelahiran Renaissance ini jam 10:40, setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam. Kereta yang kami pakai adalah Frecciargento, kelas kedua dari kereta cepat di Italia. Kereta jenis ini mampu berjalan dengan kecepatan 250 km/jam. Tiketnya cukup mahal untuk jarak sedekat itu, 13 Euro per orang.

Dari stasiun Firenze Santa Maria Novella kami menuju ke penginapan menggunakan bis. Sempat agak bingung mencari halte bisnya, karena ternyata banyak platform. Kuncinya, cari tahu direction dari bis, jangan hanya stop tujuannya. Karena berdasarkan hasil pencarian di Florence obyek-obyek wisatanya dapat ditempuh dengan walking distance, kami tidak membeli tiket harian. Cukup membeli tiket sekali jalan di tabacchi (kios rokok), harganya 1,2 Euro/tiket, berlaku selama 90 menit. Jangan lupa untuk memvalidasi tiket di mesin di dalam bis. Jika tidak, dendanya mahal!

Basilica di Santa Maria del Fiore

Basilica di Santa Maria del Fiore

Di Florence kami menginap di hostel, karena harga hotel tidak terjangkau di puncak libur musim panas. Florence adalah salah satu tujuan wisata utama di Italia. Wajar, kota ini adalah salah satu yang paling maju di jaman abad pertengahan. Banyak seniman-seniman Renaissance yang dulu berkarya di kota ini. UNESCO pun mengakui Historic Center of Florence sebagai salah World Heritage Site. Kami memilih kamar private di hostel. Tidak mewah, tapi hostelnya bersih dan cukup nyaman.

Setelah beristirahat sebentar, kami kembali ke stasiun. Dari sini, semua tujuan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Belilah peta atau bisa mengunduh disini. Obyek pertama yang kami lihat adalah Basilica di Santa Maria Novella, yang terletak persis di seberang stasiun. Kami hanya melihat sekilas bangunan berwarna coklat ini, kemudian langsung menuju Piazza de Duomo, pusat dari historic center di Florence.

Ponte Vecchio

Ponte Vecchio

Setelah berjalan sekitar 10 menit, kami sampai di lokasi yang dituju. Bangunan utama di square ini adalah Basilica di Santa Maria del Fiore. Gereja terbesar di Florence yang dibangun pada akhir abad ke-13. Kami ingin masuk ke dalam tetapi waktu itu malas mengantri panjang di tengah udara yang panas. Jadilah hanya mengamati dari luar. Katedral ini menurut saya tidak semegah Duomo di Milano. Salah satu ikon dari bangunan ini adalah cupola (kubah) nya yang unik, terletak di bagian belakang gedung. Jika tertarik, Anda juga dapat melihat-melihat bangunan lain yang ada di Piazza del Duomo.

Toko-toko di Ponte Vecchio

Toko-toko di Ponte Vecchio

Berikutnya kami menuju ke Ponte Vecchio (Old Bridge). Untuk menuju kesini, Anda bisa melewati Piazza della Signoria, dimana juga terdapat banyak obyek wisata. Namun, karena nanti waktu pulang juga kembali kesini, kami memutuskan langsung ke Ponte Vecchio. Sesuai namanya, jembatan ini sangat tua. Konon dibangun di zaman Kekaisaran Romawi. Jembatan membelah Sungai Arno di titik tersempitnya. Dari sini Anda bisa menikmati pemandangan sungai. Di Area Ponte Vecchio, terdapat banyak toko yang menjual perhiasan, kesannya ekslusif. Namun, ternyata di jaman dulu toko-toko yang ada disini adalah toko daging!

Palazzo Pitti

Palazzo Pitti

Setelah menyebrangi Ponte Vecchio, kami lanjut ke Selatan menuju ke Pitti Palace. Siang itu amat panas. Meskipun hanya 300 m, cukup terengah-engah juga. Untungnya di Florence banyak tempat untuk mengisi air minum gratis. Palazzo Pitti adalah istana yang sangat besar. Dibangun pada abad ke-15, istana ini sudah berganti-ganti pemilik. Dari keluarga Pitti, keluarga Medici, sampai Napoleon pernah menghuni istana ini.

Sekarang istana ini menjadi museum. Namun kami tidak masuk karena tiketnya cukup mahal. Sebagai gantinya, kami duduk-duduk di tempat teduh dan mengagumi bangunan ini. Lihatlah foto di bawah. Batu-batu yang menyusun istana ini ukurannya sebesar manusia dewasa. Bagaimana ya jaman dahulu orang Italia bisa menyusunnya menjadi bangunan sebesar ini. Tidak terbayang berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan.

Batu penyusun Palazzo Pitti

Batu penyusun Palazzo Pitti

Setelah cukup beristirahat, kami kembali berjalan ke utara menuju Piazza della Signoria, square dimana Palazzo Vecchio (Old Palace) berada. Istana ini merupakan town hall kota Florence yang dibangun pada abad ke-13. Masih di piazza yang sama, terdapat beberapa obyek lain. Salah satunya adalah Fountain of Neptunus. Kami tidak masuk ke Palazzo Vecchio karena perut sudah keroncongan minta diisi. Kami makan di restoran di sekitar situ. Menikmati pizza dan pasta asli Italia sambil melihat keramaian turis. Harganya tidak terlalu mahal, dan rasanya enak!

Cukup berkeliling di hari itu, kami kembali ke hotel untuk beristirahat. Besok kami berangkat ke Roma menggunakan kereta jam 16:48, jadi masih cukup untuk melihat-lihat obyek-obyek yang lain.

Palazzo Vecchio

Palazzo Vecchio

Besoknya, Senin 17 Agustus 2014, kami berangkat dan check-out dari hostel sekitar jam 9 pagi. Kami kembali menuju ke Stasiun Santa Maria Novella. Tujuan kali ini adalah Piazza San Lorenzo. Kami melihat-lihat pasar yang menjual aneka produk dari kulit. Tetapi, paling tidak menurut saya, masih lebih lengkap di pasar-pasar di Indonesia.

Di tengah perjalanan kaki kembali ke stasiun, kami menemukan satu restoran cina yang kecil. Kami makan siang disini dan membungkus makanan untuk makan sore di kereta. Bagi Anda yang on budget, jangan khawatir. Harga makanan di Italia relatif murah untuk ukuran Eropa. Dengan 4-4,5 Euro bisa dapat nasi dan lauknya di restoran cina. Biasanya kami memesan menu tahu atau seafood, paling tidak menghindari daging yang kemungkinan besar dipotong dengan cara yang tidak halal.

Dari stasiun, kami naik bis nomor 12 (naik nomor 13 juga bisa) ke tujuan terakhir, Piazzale Michelangelo. Perjalanan ditempuh sekitar 40 menit dan melewati areal perbukitan. Sampai di lokasi, kami disambut oleh replika patung David yang cukup besar. Tempat yang berada di atas bukit ini terbuka, dan waktu itu terasa sangat panas. Namun, begitu melihat pemandangan kota Florence dari atas, rasa panas itu seolah terbayar. Seperti bisa dilihat di foto yang ada di awal tulisan ini, dari Piazzale Michelangelo Anda bisa mendapatkan scene yang bagus. Kita bisa melihat Sungai Arno yang membelah Florence dari Barat ke Timur. Bisa dilihat dengan jelas dari kiri ke kanan, Ponte Vecchio, Palazzo Vecchio, Duomo, dan Basilica di Santa Maria Novella.

Kami puas mengunjungi Florence dan tidak menyesal menghabiskan waktu yang cukup lama di kota ini. Kami pun kembali ke stasiun untuk menempuh perjalanan selanjutnya (bersambung).

Groningen, 1 September 2014, jam 21:00 CEST

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s