Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Kehamilan minggu ke-24: bersepeda dan aktivitas selama hamil

Leave a comment

Putih sepeda Intan. Hitam sepeda saya

Putih sepeda Intan. Hitam sepeda saya

Seri Kehamilan #6

Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, penangangan kehamilan di Belanda agak berbeda dengan di Indonesia. Teman saya yang anaknya lahir di Belanda bilang bahwa di negeri kincir angin, perempuan hamil tidak diperlakukan seperti orang sakit, seperti di Indonesia. Memang seperti itu yang terjadi. Contoh dalam hal bersepeda. Banyak teman-teman dari Indonesia yang mengkhawatirkan Intan masih naik sepeda. Memang sih, ibu hamil bersepeda itu sangat tidak umum di Indonesia. Tetapi menurut bidan, tidak masalah bersepeda, bahkan bagus karena badan jadi bergerak. Kalau dilihat, memang ada banyak ibu hamil disini yang perutnya sudah besar dan masih naik sepeda.

Sepeda adalah moda transportasi yang paling populer di Belanda. Jalur sepeda disini khusus, infrastruktur jalan dan rambu-rambu sepeda sangat bagus, pengemudinya juga tertib. Selain itu, kontur geografis Belanda yang landai dan udara yang dingin membuat bersepeda amat nyaman disini.

Saya tidak melarang Intan naik sepeda, asal berhati-hati. Bidan sudah bilang bahwa cycling is okay. Jadi, saya menurut saja. Beberapa waktu yang lalu kami berdua membeli sepeda baru. Bekas sebetulnya, namun merk Gazelle yang terkenal itu. Sepedanya masih dalam kondisi bagus. Lumayan lah bisa dibawa pulang ke Indonesia nanti. Kami sering bersepeda berdua bersama, terutama saat akhir pekan. Sekarang Intan sedang mengikuti les Bahasa Belanda tiap hari Senin pagi di Alfa College. Lesnya gratis, difasilitasi oleh Gemeente (pemerintah kota) Groningen untuk warga asing non-pelajar. Alfa College terletak di pusat kota yang jauhnya sekitar 5 km dari rumah kami. Setiap hari Senin Intan bersepeda pulang pergi kesana.

Jalan-jalan pagi di Groningen

Jalan-jalan pagi di Groningen

Tentu kecepatan sepeda ibu hamil tidak sama dengan waktu sebelum hamil. Selain itu juga lebih mudah capek bersepeda. Saya bilang yang penting atur nafas. Jika capek, kurangi kayuhan. Pelan-pelan yang penting sampai. Selama kondisi badan masih memungkinkan, saya tidak melarang istri saya naik sepeda. Bergerak bagus untuk kesehatan dan semoga bisa lancar nanti ketika melahirkan. Nanti kalau sudah tidak sanggup, baru saya akan melarang.

Bergerak memang penting untuk ibu hamil, apalagi Intan bukan tipikal yang menggemari olahraga. Waktu kami berdua sempat berenang d Sportcentrum Kardinge. Bagus fasilitasnya, tapi saya tidak enjoy karena saya tidak bisa berenang, hahaha. Sayangnya kolam yang tersedia hanyalah kolam dalam (2,3 meter), jadi istri saya agak takut. Waktu berenang, kami mengamati bahwa bahkan nenek-nenek Belanda pun berenangnya seolah paru-parunya ada tiga. Luar biasa tingkat kebugaran mereka, mungkin karena kemana-mana bersepeda dan rajin olahraga. Pantas saja rataan usia orang Belanda adalah sekitar 88 tahun.

Kami juga sempat berjalan-jalan pagi. Sekitar rumah kami terdapat sungai kecil. Kalau melihat ini jadi ingat sungai di depan rumah saya di Semboro, Jember, Indonesia. Lingkungan di Belanda pada umumnya ditata amat rapi dan indah. Kami berjalan-jalan menyusuri sungai. Banyak bebek yang berenang. Sayang waktu itu lupa membawa roti untuk makanan mereka. Banyak juga taman-taman untuk duduk-duduk. Kondisi yang indah ini membuat iri, kapan ya Indonesia bisa seperti ini.

Saya dan Intan di dapur

Saya dan Intan di dapur

Untuk aktivitas lain, secara umum saya juga tidak pernah melarang. Misalnya berbelanja, Intan masih cukup sering berbelanja naik sepeda. Tetapi kalau cuaca sedang jelek atau sedang lelah, tentu saya yang berbelanja. Untuk aktivitas di rumah, istri saya pun masih melakukan semua. Dari mulai memasak, bersih-bersih rumah, mencuci (pakai mesin cuci), menjemur baju, setrika, dll. Hanya membuang sampah yang saya larang dia melakukannya. Saya membaca buku dan disitu dibilang bahwa sebaiknya ibu hamil jauh-jauh dari sampah, karena takut terinfeksi.

Foto di samping adalah ketika kami berdua di dapur. Walaupun sudah tidak sesering ketika Intan belum datang dulu, saya cukup sering ada di dapur. Baik untuk membantu istri memasak maupun menggantikan dia memasak saat dia capek. Menurut saya martabat seorang suami tidak akan turun karena membantu pekerjaan istrinya. Rasulullah SAW selalu mencontohkan bahwa sikap suami yang baik adalah mereka yang selalu membantu istrinya. Tidak perlu malu, apalagi istri sedang hamil. Di awal-awal kehamilan, saat Intan masih sering lemas, bahkan saya cukup sering menggantikan memasak. Soal rasa masakan saya, ya tidak jelek-jelek amat lah, hehe. Saya pisah dengan Intan setahun. Selama itu saya belajar masak dari yang sebelumnya tidak mengerti cara bikin ayam goreng, sekarang sudah bisa buat rendang, sop buntut, sate, soto ayam, segala macam tumis, dll. Jaman sekarang mudah, tinggal lihat caranya di internet.

Prinsip saya, jangan larang istri yang sedang hamil untuk bergerak selama kondisinya masih memungkinkan. Kalau sudah tidak memungkinkan, baru dihentikan. Aktivitas fisik bagus, termasuk untuk ibu hamil. Apalagi di Belanda, disini mindset orang hamil adalah melahirkan secara normal. Tidak dimungkinkan dan aneh disini jika memilih opsi c-section (operasi) saat tidak ada indikasi medis untuk harus operasi, seperti yang terjadi di Indonesia. Jika semua baik-baik saja, maka harus melahirkan secara normal, sesuai fitrah perempuan. Untuk bisa lancar melahirkan normal, semoga aktivitas fisik istri saya ada hasilnya kelak ketika hari kelahiran 😀

Groningen, 29 Oktober 2014, jam 15:43 CET

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s