Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Gaji lulusan ITB

50 Comments

Berapa gaji yang bisa saya dapatkan kalau sudah lulus kuliah? Pertanyaan ini sering sekali muncul di benak mahasiswa. Tentu mahasiswa bisa mendapatkan jawabannya dengan menanyakan ke kakak kelas atau senior yang sudah bekerja. Tetapi, cara ini selain tidak efektif, juga tidak mungkin bisa merangkum semua sebaran data yang ada.

Untungnya, sejak tahun 2012, Institut Teknologi Bandung (ITB) secara rutin membuat tracer study untuk para alumninya. Apa itu tracer study? Sederhananya, ini adalah laporan untuk mendapatkan profil alumni ITB yang sudah lulus dan berkarir di jalur masing-masing. Tidak hanya soal gaji, tetapi hal-hal seperti kecocokan bidang selama kuliah, skill yang diperoleh selama di kampus juga ditanyakan dalam kuesioner.

Sudah tentu tidak semua alumni yang disurvei. ITB membuat rule of thumb bahwa setiap tahun, hanya satu angkatan yang disurvei. Tahun 2012, mereka yang masuk ITB tahun 2004 dan 2005 yang disurvei. Tahun 2013, angkatan 2006 yang disurvei. Terakhir, tahun 2014, angkatan 2007 yang disurvei. Dengan asumsi bahwa mahasiswa lulus selama 4-5 tahun, maka dapat disimpulkan bahwa ITB ingin mendapatkan profil alumninya yang sudah bekerja selama 2-3 tahun.

Salah satu poin menarik yang disurvei adalah soal rataanpenghasilan dari setiap jurusan. Disini saya akan coba rangkumkan dari hasil tracer study tahun 2014. Tolong dicatat, tujuan saya hanyalah berbagai informasi. Jadi tidak ada niat sama sekali untuk sombong atau sejenisnya. Harapan saya, informasi ini dapat bermanfaat bagi adik-adik yang akan lulus SMA dan lanjut ke perguruan tinggi, atau bisa jadi panduan sederhana bagi orang tua. Meskipun hanya data untuk ITB, menurut saya profilnya tidak terlalu berbeda untuk perguruan tinggi besar lain seperti UI, UGM, atau ITS.

Laporan lengkap dapat Anda unduh disini. Tahun 2014, dari semua alumni angkatan 2007 yang disurvei (2.828 orang), 2.268 diantaranya mengisi kuesioner. Tingkat partisipasi yang mencapai 80,20% menurut saya membuat hasil survei ini representatif. Rata-rata penghasilan per bulan yang saya rangkum disini adalah penjumlahan dari dua hal berikut ini:

  1. Gaji per bulan, dapat dilihat di halaman 91. Ini adalah komponen (A).
  2. Bonus per tahun, dapat dilihat di halaman 94. Seperti diketahui, sangat umum bagi perusahaan untuk memberikan bonus bagi karyawannya. Bonus per tahun ini dibagi 12 bulan dan ini menjadi komponen (B).

 

Berdasarkan (A) + (B), maka rata-rata penghasilan (gaji + bonus) per bulan alumni ITB angkatan 2007 adalah sebagai berikut. Tolong diingat kembali bahwa ini adalah untuk profil alumni ITB dengan masa kerja 2-3 tahun. Untuk informasi rataan penghasilan alumni ITB angkatan 2006 (laporan tracer study tahun 2013), Anda bisa dapatkan disini.

  1. Teknik Perminyakan, Rp 20.564.663/bulan.
  2. Teknik Metalurgi, Rp 20.403.125/bulan.
  3. Teknik Elektro, Rp 16.528.734/bulan.
  4. Teknik Tenaga Listrik, Rp 16.228.730/bulan.
  5. Teknik Geofisika, Rp 15.309.259/bulan.
  6. Sistem Informasi, Rp 13.895.834/bulan.
  7. Teknik Geologi, Rp 13.770.218/bulan.
  8. Teknik Kimia, Rp 13.564.000/bulan.
  9. Teknik Industri, Rp 13.550.512/bulan.
  10. Manajemen, Rp 13.536.300/bulan.
  11. Teknik Pertambangan, Rp 13.444.197/bulan.
  12. Teknik Mesin, Rp 13.061.677/bulan.
  13. Teknik Fisika, Rp 12.943.352/bulan.
  14. Teknik Telekomunikasi, Rp 11.178.504/bulan.
  15. Teknik Informatika, Rp 11.151.712/bulan.
  16. Teknik Material, Rp 11.052.346/bulan.
  17. Teknik Sipil, Rp 11.007.053/bulan.
  18. Astronomi, Rp 10.889.743/bulan.
  19. Teknik Kelautan, Rp 10.537.616/bulan.
  20. Teknik Lingkungan, Rp 10.373.951/bulan.
  21. Teknik Penerbangan, Rp 9.799.924/bulan.
  22. Teknik Geodesi dan Geomatika, Rp 9.770.107/bulan.
  23. Meteorologi, Rp 8.843.750/bulan.
  24. Biologi, Rp 8.698.611/bulan.
  25. Matematika, Rp 8.612.096/bulan.
  26. Desain Komunikasi Visual, Rp 8.422.483/bulan.
  27. Perencanaan Wilayah dan Kota, Rp 8.305.831/bulan.
  28. Kimia, Rp 7.641.755/bulan.
  29. Fisika, Rp 7.588.215/bulan.
  30. Oseanografi, Rp 7.537.745/bulan.
  31. Sains dan Teknologi Farmasi, Rp 7.400.576/bulan.
  32. Arsitektur, Rp 7.257.169/bulan.
  33. Desain Interior, Rp 6.622.080/bulan.
  34. Mikrobiologi, Rp 6.526.389/bulan.
  35. Desain Produk, Rp 6.224.265/bulan.
  36. Farmasi Klinik, Rp 5.529.490/bulan.
  37. Kriya, Rp 4.946.818/bulan.
  38. Seni Rupa, Rp 4.143.750/bulan.

 

Berdasarkan atas data dari 38 jurusan di atas, maka, rata-rata penghasilan untuk alumni ITB tahun 2007 di tahun 2014 adalah Rp 10.706.936 per bulan. Bisa jadi dengan data dan penyajian ini akan muncul beberapa pertanyaan. Oleh karena itu, mari kita bahas satu per satu.

Mengapa ITB membuat tracer study? Kesannya jadi pamer gitu, nunjukin kalau penghasilan alumninya besar
Coba buka wawasan. Perguruan tinggi membuat tracer study itu adalah salah satu wujud akuntabilitas kampus. Selain itu penting juga untuk menyeleraskan kurikulum pendidikan tinggi dengan tuntutan user di dunia industri. Hal-hal yang ditanya di kuesioner bukan cuma gaji. Banyak hal lain, seperti yang telah disebutkan di atas. Silakan baca laporannya kalau mau evaluasi secara menyeluruh. UI dan UGM pun juga bikin tracer study kok. Hasil tracer study UI (tahun 2012) dapat diunduh disiniTracer study untuk UGM, saya cari di Google tapi tidak dapat laporannya. Link yang saya dapatkan hanya halaman ini.

Mengapa perlu menanyakan penghasilan alumni? Nanti adik-adik SMA masuk perguruan tinggi hanya semata mengejar gaji
Sekali lagi, perguruan tinggi yang baik perlu menyediakan informasi selengkap-lengkapnya untuk semua pihak, termasuk bagi calon mahasiswa. Tidak perlu malu, tujuan kita kuliah kan supaya dapat mempunyai kehidupan yang lebih baik. Penghasilan yang besar adalah satu indikatornya. Selama penghasilan itu diperoleh dengan cara yang halal, tidak ada salahnya menurut saya. Menurut pandangan saya, gaji tinggi bukan faktor utama dalam menentukan jurusan. Banyak teman-teman saya yang secara sadar tidak memilih Teknik Perminyakan karena berbagai hal. Misal tidak suka kerja di daerah terpencil, tidak suka Kimia yang banyak dipakai di jurusan itu, dll.

Teman saya jurusan Teknik Material, gajinya 20an juta tuh. Oom saya alumni Teknik Sipil, sekarang Direktur di salah satu BUMN, gajinya lima kali lipat dari yang disebutkan di data
Cermati baik-baik. Pertama, hasil yang disajikan adalah rataan. Artinya itu adalah hasil rata-rata dari semua orang yang disurvey. Dalam sebuah data tidak mungkin seragam. Pasti ada variansi. Ada yang gajinya lebih tinggi dari rataan, ada yang lebih rendah. Variansi bisa dilihat di laporan tracer study. Kedua, ini adalah survey untuk angkatan 2007 yang dilakukan pada tahun 2014. Artinya, yang disurvei adalah mereka yang pengalaman kerjanya 2-3 tahun. ITB belum melakukan survey untuk mereka yang sudah bekerja puluhan atau belasan tahun.

Apakah datanya valid?
Ya masa sih yang mengisi kuesioner tidak jujur dalam mengisi datanya, buat apa juga. Jika dibandingkan sekilas dengan laporan untuk angkatan 2006 (tahun 2013) dan angkatan 2004-2005 (tahun 2012), hasilnya konsisten kok. Kebetulan istri saya alumni Teknik Industri ITB angkatan 2007. Kalau melihat penghasilan dia dulu, paling tidak angka untuk TI valid.

Bagaimana dengan yang berwirausaha, apakah penghasilan mereka sudah dimasukkan ke data?
Sudah dimasukkan. Rinciannya bisa dibaca di laporan.

Di bidang apa alumni ITB bekerja? Berapa lama rata-rata waktu tunggu untuk memperoleh pekerjaan? Berapa persen yang tidak bekerja?
Semua bisa dibaca di laporan hasil tracer study.

Apakah penghasilan alumni ITB lebih tinggi dari alumni perguruan tinggi lain?
Menurut saya pertanyaan ini tidak penting. Fokus utama adalah berprestasi di bidang pekerjaan masing-masing, tidak peduli alumni perguruan tinggi mana.

Sementara sekian yang bisa saya bagi informasinya. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, bisa dituliskan di comments. Yang jelas, rataan penghasilan Rp 10.706.936 per bulan itu harus disyukuri. Jauh lebih tinggi dari pendapan per kapita Indonesia yang nilainya sekitar 3,5 juta rupiah. Cara mensyukurinya adalah dengan selalu berbagai ke sesama 🙂

Groningen, 16 Desember 2014, jam 12:44 CET

P. S. Informasi yang lebih lengkap, sekaligus perbandingan penghasilan angkatan 2006 & 2007, dapat Anda baca disini (Analisis penghasilan lulusan ITB).

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

50 thoughts on “Gaji lulusan ITB

  1. good info. baru tahu kalau ada tracer seperti ini dari kampus almamater.

    salam

  2. Ternyata rata2 penghasilan alumni ITB cukup tinggi ya.. Tidak heran kalau banyak sekali yang mau masuk ITB.

    Pertanyaan saya, apakah yang bergaji 20jutaan keatas ini bekerja di Indonesia?

    • Tidak ada data serinci itu di laporan hasil tracer study. Tetapi, kalau melihat teman-teman saya yang bekerja di Oil & Gas, rata-rata mereka bekerja di Indonesia. Setahu saya, sebetulnya gaji mereka tidak jauh berbeda dengan yang bekerja di non-Oil & Gas, tetapi bonusnya besar. Mungkin karena sebanding dengan risiko pekerjaannya yang besar. Oiya, ini biasanya bekerjanya di perusahaan Oil & Gas milik swasta asing.

  3. Dek, kalau tulisan ini itikadnya ingin bantu orang mengambil keputusan yang optimal, i.e. pilih jurusan, menurut saya penyajian datanya agak mengaburkan. Orang jadi berpikir kalau kuliah di jurusan X, maka gajinya akan IDR Y. Padahal kadang tempat bekerja/pilihan nafkah tidak linear dengan jurusan yang diambil semasa kuliah.

    Kedua, saya penasaran dengan desain pertanyaan survey. Asumsinya gini.. anak ITB ditanya soal gaji, biasanya defensif. Ada nature megalomania & nggak mau kalah. Buat bikin survey yang representatif, kalau yang saya tangkap dari Dan Ariely, desain pertanyaan sangat penting.

    • Salam. Terima kasih sudah berkunjung. Pertama, coba Anda cermati pembahasan “Mengapa perlu menanyakan penghasilan alumni? Nanti adik-adik SMA masuk perguruan tinggi hanya semata mengejar gaji”. Disitu saya bilang bahwa gaji itu bukan faktor utama dalam menentukan jurusan kok. Banyak yang secara sadar memilih jurusan berdasarkan bidang yang dia sukai.

      Kedua, coba Anda cermati pembahasan “Mengapa ITB membuat tracer study? Kesannya jadi pamer gitu, nunjukin kalau penghasilan alumninya besar”. Tracer study ini adalah wujud akuntabilitas kampus. Memang tulisan ini bukan faktor utama untuk membantu orang dalam menentukan jurusan. Tulisan ini hanyalah resume-nya dari satu sisi. Hasil tracer study yang lengkap dapat dibaca di link yang telah saya berikan.

      Ketiga. Untuk desain pertanyaan, masih menyambung dengan poin di atas. Silakan dilihat desain kuesionernya di halaman-halaman akhir Laporan Hasil Tracer Study yang saya berikan link nya di artikel di atas.

  4. Terimakasih untuk informasinya… Sangat bermanfaat….

  5. gile … besar besar banget tuh gaji nya…
    tapimungkin sebanding dengan pekerjaannya… 😀

  6. mantep juga liat list nya, tapi apa bener yah dalam dunia kerja nyata segitu?

    • Salam. Terima kasih sudah berkunjung. Silakan perhatikan pembahasan saya, “Apakah datanya valid?” Rasanya kecil kemungkinan alumni tidak jujur dalam mengisi kuesioner, apalagi kuesionernya tertutup. Kalau melihat istri dan teman-teman saya, angka yang dipaparkan masuk akal. Mohon dicermati bahwa penghasilan = gaji + bonus. Alumni ITB sebagian besar kerja di perusahaan swasta asing (MNC) atau BUMN. Umum di kedua jenis industri itu untuk memberikan bonus per tahun sebesar 8-10 bulan gaji.

  7. karna tadi bapak bilang istri bapak seorang alumnus teknik industri, saya jadi penasaran pak. lulusan itb teknik industri tuh kerjanya di perusahaan apa?(cntohnya) dan biasanya kerjanya gimana specifically?

    • Salam. Terima kasih sudah berkunjung. Saya pun alumni TI ITB Pak, tetapi saya berkarir menjadi dosen. Kalau melihat hasil tracer study kecil-kecilan yang kami lakukan waktu hendak mengajukan akreditasi ABET 2 tahun lalu (sebelum saya sekolah ke Belanda), maka dari sisi kategori perusahaan, alumni TI ITB paling banyak bekerja di:
      1. Consumer goods (Unilever, P&G, Nestle, L’oreal). Biasanya mereka bekerja sebagai demand planner, purchasing, marketing, dll.
      2. Manufacturing (Toyota, Astra, Daihatsu). Umumnya di quality, process development, marketing, ada juga yang di HR.
      3. BUMN (Pelindo, Antam, Pertamina). Istri saya dulu di Antam, dia dulu junior specialist bidang systems & procedure (semacam process development)
      4. Oil & Gas (Medco, Total, Chevron, Shell). Biasanya di fungsi-fungsi pendukung seperti HR, transportation planner.
      5. Konsultan (McKinsey, Accenture, BCG)
      6. Bank. Banyak yang di Bank Indonesia. Kalau di bank komersil yang paling banyak di Mandiri dan BNI.

  8. Reblogged this on theianachmadjanuar.

  9. vivat skullers…

    nice info gan.
    salut untuk TF, walau di mid of position namun selalu masuk nominasi penghasil lulusan direktur terbanyak ya.

    Salam,
    RD

  10. Sayang datanya menggunakan rataan, tidak menggunakan median, sehingga ada kemungkinan ada gaji2 yang tinggi sekali “menarik” rataan gaji.

    • ga akan terjadi karena ini kan respondennya alumni dengan amsa kerja 2-3 tahun jadi ga akan ada yang gajinya udah sangat gede.

      lagipula ini untuk yang bekerja loh ya, yang wirausaha ga dihitung.

  11. salah satu faktor penting yang pada akhirnya (setidaknya menurut saya) menjerumuskan adik-adik kita dan masa depan bangsa ini… dengan cara ini, pola pikir kita terjebak bahwa hanya jurusan dengan peringkat gaji yang tinggilah yang layak diperhitungkan sedangkan jurusan-jurusan peringkat bawah cukup sebagai alternatif… saya rasa perguruan tinggi yang kredibel di dunia lebih menampilkan prestasi apa yang bisa dicapai (awards, honorary medals, publications, patents, research grand, affiliations, etc.), termasuk yang dicapai oleh alumni… sebagai ganti informasi besarnya nilai gaji, informasi yang lebih cenderung ditampilkan adalah dimana saja lulusan mereka berkarya dan profil tempat bekerja karena semua lulusan mereka selalu mempunyai tempat untuk bekerja… salam ganesha (saya alumni dari salah satu jurusan di peringkat lima besar)

    • Salam. Terima kasih sudah berkunjung. Sebagai sesama alumni Kampus Ganesha, menurut saya pendapat Anda terlalu sempit. Apakah Anda sudah membaca laporan hasil tracer study secara lengkap yang saya berikan link-nya di artikel ini? Disitu banyak hal yang dibahas. Diantaranya adalah berbagai hal yang dapat menjadi perbaikan bagi ITB di masa depan. Feedback dari alumni dan user di dunia industri sangat penting. Gaji hanyalah satu faktor kecil yang dibahas di tracer study. Soal award, publication dll, ITB selalu menerbitkan laporannya juga secara rutin. Resumenya dibacakan setiap kali wisuda.

      Tulisan saya ini tidak mewakili ITB. Saya menampilkan gaji hanya sebagai snapshot kecil dari laporan hasil tracer study. Setiap orang bebas untuk berekspresi. Ini adalah hal yang saya bagikan informasinya. Just for fun. Tetapi untuk laporan dan pembahasan lengkapnya, selalu saya berikan guide nya (dalam bentuk link) untuk membaca laporan aslinya.

      Mengenai bahwa gaji menjadi faktor utama penentu jurusan, itu saya tidak setuju. Teman-teman di TI misalnya. Dari dulu mereka juga tahu kalau mengambil jurusan TM prospeknya bakal lebih menggiurkan. Tetapi kami memilih TI karena suka dengan bidangnya.

      Jika ada orang yang ingin kuliah di jurusan tertentu karena prospek gajinya besar, menurut saya itu adalah hak masing-masing. Ya toh? Sebagai alumni ITB, kita memang sebaiknya berkontribusi terhadap bangsa, tetapi jika ingin ada yang “play safe” dengan menjadi karyawan bergaji besar, itu sama sekali tidak salahnya menurut saya, Bung. Negara kita belum menjamin bahwa kuliah di bidang apa pun, ekspektasi gajinya akan sama. Kalau Indonesia sudah bisa menerapkan sistem seperti itu (misal seperti di Belanda), orang akan akan denga sendirinya kuliah di bidang yang ia suka.

      Terakhir, saya memutuskan untuk secara sadar memilih karir sebagai dosen di ITB. Saya sadar bahwa menjadi akademisi tidak akan bisa berpenghasilan besar seperti kalau kerja di swasta asing. Teman-teman saya pun ada banyak yang punya idealisme seperti itu. Jangan khawatir, Bung. Idealisme itu akan selalu tetap ada.

  12. Kalau melihat perbandingan dengan tracer Alumni UI, kok bedanya jauh ya. Yang hasil Alumni UI (URL link dari di artikal di atas), rata-ratanya Rp 4,3 juta dan fakultas dengan rata-rata tertinggi Ekonomi, Rp 5,8 juta. Kalau bedanya terlalu jauh gini, dugaan saya, ada something wrong dengan persebaran samplingnya.

  13. sangat bermanfaat sekali tulisannya 😀

  14. Thx Info, bisa jadi refrensi buat nyari jurusan.. 🙂

  15. Pingback: Gaji Lulusan ITB (Lulusan STI dan lulusan IF) | Ayi Purbasari

  16. Jgn sumingrah dlu, Kami kenal alumny ITB yg gajinya cuma 2,660,198 kerja di daerah (PT swasta), bukan di Pulau Jawa…… 😦

    • Maaf Pak. Tulisan ini bukan dimaksud untuk menyombongkan ITB. Tentu saja saya percaya ada alumni ITB dengan gaji yang Bapak sebutkan. Perlu diingat, data yang disajikan ditulisan ini hanyalah rata-rata. Pasti ada variansi data.

  17. Terimakasih infonya. Anak saya sedang sma kelas 10. Mudah mudahan bisa masuk informatika itb atau akuntansi ui.

  18. Mas, mau tanya.. kalau sistem pembelajaran di ITB itu gmana ya ? Apakah mahasiswanya dituntut harus bisa ini itulah istilahnya ? Melihat rataan perusahaan dan gajinya yg segitu pasti skill-nya juga oke..

  19. Saya juga alumni itb ms06, sangat bervariasi gaji lulusan itb. Saya juga dlu mengisi kuisoner ini. Kl dr rata2 jurusan teknik mesin 13jt y memang krn bnyk yg bekerja di perusahaan minyak dan sub-cont-ny. Untuk berbagi pengalaman saja, saya dlu memilih itb dan teknik mesin bukan krn faktor gaji besar tp krn kesesuaian bidang keilmuan dan fasilitas riset yg ada. Wlpun kl dr pengamatan saya “sedikit” mahasiswa yg tertarik dengan riset, kebanyakan masuk itb spy mencari kerjanya lbih mudah ini yg terjadi di jurusan saya, bisa d lihat dari prosentase lulusan yg menjadi dosen dengan yg bekerja. Kl tidak salah angkatan saya dari 150an orang yg mau menjadi dosen ada sktr 5 orang tp yg lanjut cm 1 orang saja, y kembali lg masalah administrasi dan gaji juga. Tp wlpun untuk alumni biasanya faktor utama mencari pekerjaan adalah gaji, tp masih ada yg konsisten dengan idealisny dalam bekerja, saya saja kerja di perusahaan dosen dengan gaji 3.5jt juga. Jd gaji besar itu kembali lagi kepersonal yg bekerja nantiny. Cm kl masuk ui itb its ugm ada kesempatan lbih besar untuk bekerja dg gaji tinggi. Wlpun sekarangd itb ada akses pusat informasi kerja yg terbuka untuk umum juga. Jd persaingan untuk mendapatkan kerja lbih terbuka. Yg penting naikan tingkat keahlian dibidangnya masing-masing.

    • Salam kenal. Terima kasih sudah berkunjung. Menurut saya memilih satu jurusan tertentu karena di masa depan ingin mendapatkan penghasilan yang besar itu sama sekali tidak masalah. Setiap orang bebas untuk menentukan tujuan hidupnya masing-masing. Lagipula, bakal selalu saja orang yang memilih jurusan tidak karena iming-iming penghasilan. Btw, saya meskipun alumni TI ITB, juga bekerja sebagai PNS (dosen) dengan penghasilan yang di bawah rata-rata kok, hehehe.

  20. Analisis data yang bagus, terima kasih telah menyajikan data ini secara umum 🙂
    Saya tertawa melihat pertanyaan 1,2, dan 3 serta kolom pertanyaan, terlalu mudah untuk terkena ofensif.
    Salam kenal, sukses selalu.

  21. tracer study itb tahun 2015 kapan di publikasikan ya? terus, apakah penghasilan perangkatan itu akan selalu statis, atau dapat berfluktuasi sesuai dengan berkembangnya iptek?

  22. Ada gak tracer study tentang distribusi dan frekuensi alumkni itb yang jadi ilmuwan, melanjutkan study di luar negreri dlst.
    Jika ia , seperti apa performa mereka dalam hal kreativitas dan publikasi mereka di Jurnal top Inovasi teknologi macam apa yang mereka buat juga penting

  23. Masih tertinggal jauh dibandingkan alumni dari univ luar negeri Seperti IIT di India, HKUST di Hongkong , NTU&NUS S’Pore, apalagi bila dibandingkan dengan Stanford dan MIT

    • Menunjukkan bahwa alumni ITB kebanyakan masih kerja di negeri sendiri. Kalo banyak yang kerja di luar kan gajinya bakal terlihat lebih banyak dari ini. Bersyukurlah.

  24. Pingback: 14 – .pulang

  25. Permisi, saya mahasiswa angkatan 2014 dan satu almamater juga dengan Bapak. Mau nanya, punya backup link mengenai Report Tracer Study ITB kah? soalnya link yang Bapak sediakan sedang tidak bisa dibuka. Terima kasih.

  26. Halo pak. Saya calon mahasiswa yg mau mendaftar di fti itb. Saya sebenarnya masi ragu utk memilih t. industri soalnya saya buta warna parsial (takut kesulitan mencari kerja) ,bagaimana pendapat bapak ya?

    • Teknik Industri tidak ada persyaratan bebas buta warna total dan buta warna parsial, Dek. Jadi nanti kemungkinan besar pekerjaan lulusannya juga tidak mensyaratkan hal tersebut. Teman seangkatan saya di TI ada yang buta warna parsial. Setelah lulus, sejak awal 2009 dia bekerja di Telkomsel dan sampai sekarang karirnya baik-baik saja.

  27. blog nya bermanfaat pak,
    boleh minta emailnya pak ? saya ingin tau banyak tentang TI

  28. I really enjoy the blog post. Great. ceaeacagecgedcac

  29. Sangat Membantu sekali infonya Good Idea 🙂

  30. kak saya masih smk kelas 1 , saya ambil jurusan tkj . rencana saya ingin masuk itb ambil jurusan informatika….. kalau saya lulus saya kerja dimana…..

  31. wah infonya bermanfaat banget, jadi makin semangat masuk ITB..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s