Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Kehamilan minggu ke-34: persiapan barang-barang bayi, kraamzorg, dan teraturnya penanganan kehamilan di Belanda

2 Comments

Seri Kehamilan #9

Commode & Baby crib

Commode & Baby crib

Tidak terasa kehamilan Intan sudah memasuki minggu ke-34. Artinya, kelahiran bayi pertama kami insha Allah bakal dalam 6 minggu lagi. Mengingat hari perkiraan lahir (HPL) yang sudah semakin dekat, seperti yang telah diceritakan sebelumnya, kami pun mulai menyiapkan barang-barang kebutuhan bayi. Di Belanda, persiapan ini terkait erat dengan salah satu badan yang menangani urusan kehamilan di negeri kincir angin, namanya Kraamzorg.

Kraamzorg adalah badan pelayanan kesehatan di Belanda yang menangani bayi dan ibunya dalam 8-10 hari pertama setelah melahirkan. Selama periode itu, setiap hari akan datang seorang perawat profesional ke rumah kita dengan dua tugas utama. Pertama, memastikan bunda pulih secepat mungkin. Kedua, memastikan perkembangan bayi sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu, perawat bersedia melakukan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih rumah, belanja, bahkan memasak!

Babywagen (bawah) & Kinderwagen (atas)

Babywagen (bawah) & Kinderwagen (atas)

Pelayanan kraamzorg adalah hal yang wajib bagi semua ibu hamil di Belanda. Seperti halnya dengan konsultasi ke bidan, kraamzorg ditanggung oleh asuransi. Karena asuransi sifatnya juga wajib, maka bisa dibilang kraamzorg memang sudah menjadi satu paket penanganan kehamilan di Belanda. Pada awalnya, tentu aneh berpikir bahwa nanti akan ada orang asing di rumah kita saat bayi masih merah. Tetapi, setelah dijalani sendiri, ternyata justru kraamzorg sangat membantu.

Sejak awal-awal kehamilan, kami sudah diingatkan bidan untuk segera registrasi ke kraamzorg. Banyak penyedia jasa kraamzorg. Namun, pada prinsipnya semua tidak berbeda jauh, karena standar pelayanan minimal sudah ditetapkan oleh pemerintah. Kami pun registrasi ke kraamzorg yang paling banyak dipakai teman-teman Indonesia di Groningen, namanya Het Groene Kruis.

Setelah mendaftar, beberapa hari kemudian kami menerima surat dari kraamzorg yang menyatakan bahwa registrasi kami diterima. Mereka juga memberi kami daftar kebutuhan barang yang harus kami siapkan. Daftar tersebut disebut checklist babyuitzet dalam Bahasa Belanda. Kami sangat kagum melihat daftar tersebut karena tingkat kerinciannya yang tinggi. Mulai dari perlengkapan tidur, pakaian, perlengkapan mandi, perawatan bayi, perlengkapan menyusui, dan perlengkapan melahirkan. Daftar tersebut juga menyebutkan barang-barang yang harus kami siapkan dalam koper untuk dibawa ke rumah sakit pada hari-H. Tidak hanya itu, kami juga sampai harus menyiapkan beberapa barang ini:

  1. Sekering cadangan. Berguna kalau tiba-tiba sekering di rumah mati sehingga listrik tidak menyala.
  2. Bola lampu cadangan.
  3. Senter. Berguna kalau suatu saat mati listrik.
  4. Car seat. Untuk membawa bayi yang baru lahir ke rumah dengan mobil/taksi.
  5. Koin (receh) 1 dan 2 Euro. Untuk deposit penggunaan kursi roda saat ibu hamil tiba di rumah sakit.

 

Daftar lengkap semua barang yang harus disiapkan bisa diklik disini. Mohon maaf hanya tersedia dalam Bahasa Belanda. Namun, saya sudah terjemahkan dan Anda bisa melihat di lanjutan tulisan ini.

Baby car seat

Baby car seat

Daftarnya sangat lengkap bukan? Mohon maaf jika menggeneralisasi. Namun, bisa jadi buat orang Indonesia, kewajiban untuk memenuhi daftar selengkap itu dirasa merepotkan. Tetapi, jika dipikir lebih lanjut, sebenarnya daftar itu justru sangat membantu. Kita tidak perlu repot-repot menentukan apa yang harus dibeli. Semua tinggal mengikuti daftar yang diberikan. Ibu hamil pun pasti percaya dengan daftarnya, soalnya semua standar seluruh Belanda. Tujuannya pasti untuk menjamin yang terbaik bagi bunda dan bayinya.

Kalau Anda bertanya, bagaimana dengan orang-orang yang tidak mampu dalam menyiapkan barang-barang ini? Maka saya menjawab, inilah yang masih menjadi pembeda antara Belanda dengan Indonesia. Di Belanda, negaranya sudah makmur. Jadi, dengan pendapatan minimal warga disini, pasti mampu untuk membeli barang-barang tersebut, hehehe.

Kami pun sudah sejak lama mencicil menyiapkan barang-barang tersebut. Dalam hal ini kami sangat terbantu oleh teman-teman Indonesia di Belanda yang menghibahkan barang-barangnya. Contoh, babywagen (untuk bayi usia 0-3 bulan), kinderwagen (untuk bayi usia > 3 bulan), dan car seat itu adalah Mas Edo, Mbak Viqa, dan toddler Raiden. Mereka menawari stroller-nya yang sudah tidak terpakai waktu kami ke Amsterdam. Lumayan. Barangnya merk Quinny. Cukup mahal kalau membeli baru, hehehe.

Pakaian bayi

Pakaian bayi

Boks bayi dan commode adalah pemberian Mbak Karina, Mas Bronsan, dan baby Naomar. Begitu pula banyak pakaian bayi yang diberikan oleh beliau. Baju-baju bayi kami juga banyak mendapatkan dari Desti, Iging, dan toddler Daanish. Selain itu juga sangat banyak yang diberikan dari Tezar, Intan, dan toddler Aiden, teman kami di Amsterdam. Drawer tempat menyimpan baju-baju adalah hibah dari Mbak Astri waktu kami membantu membereskan rumahnya. Beginilah indahnya hidup di perantauan. Walau jauh dari kampung halaman, namun teman-teman membantu seperti layaknya saudara sendiri 🙂

Jadi, barang-barang yang kami beli sendiri relatif tidak banyak. Kebanyakan hanya barang-barang kecil seperti handuk, selimut, sabun, popok dan pernak-pernik.

Setelah memberikan daftar kebutuhan barang yang harus kami lengkapi, kraamzorg menjadwalkan wawancara. Sebetulnya wawancara baru pada awal minggu kehamilan ke-30. Namun, karena waktu itu saya dan Intan hendak liburan ke Paris, maka kami minta supaya wawancara itu dipercepat, kalau tidak salah di minggu ke-28.

Seorang perawat yang nampaknya sudah cukup senior pun datang ke rumah kami. Diskusi dibuka dengan pertanyaan, “Apakah Anda ada pertanyaan?”. Cara mengawali diskusi ini sangat khas Belanda. Menandakan bahwa si perawat mempunyai ekspektasi bahwa kami sudah membaca dan mempelajari daftar (checklist babyuitzet) yang mereka berikan. Mereka juga mengharap bahwa kami sudah mulai mencicil menyiapkan. Memang seperti itu di Belanda. Semua harus mandiri dan diinisiasi sendiri. Jangan harap kita bakal dipandu langkah per langkah 😀

Kami pun bertanya beberapa hal yang belum jelas. Perawat (kami lupa namanya :|) menjelaskan dengan ramah. Dia pun menanyakan apakah kami ada permintaan khusus. Kami menjelaskan bahwa nanti perawat tidak boleh memakai sepatu di dalam rumah (FYI, ini umum di Belanda), tidak membawa makanan yang mengandung babi, serta perawatnya harus yang senior dan lancar berbahasa Inggris. Semua hal itu bisa diakomodasi oleh Kraamzorg Het Groene Kruis.

Kraampakket (maternity package)

Kraampakket (maternity package)

Beberapa hari setelah kunjungan dari kraamzorg, Intan mendapatkan kiriman kraampakket (maternity package). Paket ini adalah perlengkapan kehamilan buat bunda. Barang-barang ini termasuk di dalam checklist babyuitzet. Isinya antara lain perban untuk pasca nifas, umbilical clamp, dan beberapa obat-obatan. Semua diberikan secara gratis oleh penyedia jasa asuransi.

Mengakhiri cerita, sekarang persiapan kami bisa dibilang sudah hampir selesai. Bijna klaar kalau kata orang Belanda. Sejauh ini kami sama sekali tidak merasa direpotkan dengan persiapan yang mungkin terkesan ribet ini. Justru ini adalah pengalaman baru yang menyenangkan. Terasa disini bahwa di negara maju seperti Belanda, bayi itu dianggap sumber daya yang sangat penting. Perlakuannya dibuat standar sehingga semua orang merasakan hal yang sama. Mau kaya, kelas menengah, atau tidak mampu, semua pergi konsultasi ke bidan. Tidak pusing-pusing mencari dokter kandungan seperti di Indonesia. Semua juga mendapatkan jatah USG yang sama, 3 kali selama masa kehamilan. Semua juga mendapatkan pelayanan kraamzorg yang seragam. Semua itu adalah usaha pemerintah untuk menjamin bahwa kelak bayi akan tumbuh dengan baik, dan dapat menjadi sumber daya yang berharga bagi negara.

Groningen, 4 Januari 2015, jam 20:23 CET

Lampiran:

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

2 thoughts on “Kehamilan minggu ke-34: persiapan barang-barang bayi, kraamzorg, dan teraturnya penanganan kehamilan di Belanda

  1. Bolehkah minta kontaknya? Sy berencana phD di rotterdam mei inj..dan HPL sy september taun ini….trimakasih…yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s