Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Menjadi manusia yang bermanfaat

Leave a comment

Cerita kali ini masih seputar Kinantje. Oiya, putera kami ini belum berganti nama kok. Namanya tetap Kinan. Di Belanda, segala hal yang kecil biasanya diberi akhiran “tje”. Huruf “tj” dibaca “c”, seperti di ejaan lama. Misal broertje (saudara laki-laki kecil), rompertje (romper bayi), eentje (satu), dll. Termasuk juga nama anak kecil ditambahi “tje”. Jadi lucu saja kalau dipanggil Kinantje, hehe.

Jadi begini. Beberapa hari yang lalu, salah satu follower akun Instagram Kinan (@kinan.cahyono) mengucapkan terima kasih kepada bundanya Kinantje. Akun itu Intan yang membuat dan mengelola. Isinya adalah aktivitas Kinan dan juga perkembangan penyakit yang diderita putera kami, collodion baby dan Ichthyosis (lihat dua catatan saya sebelumnya). Tujuan Intan membuat akun itu adalah untuk mengedukasi orang-orang. Seperti yang saya ajarkan ke dia. Tidak ada sama sekali yang boleh ditutup-tutupi soal kondisi Kinan. Adalah tugas kami sebagai orangtua untuk mengedukasi keluarga, teman, dan orang lain supaya ikut memahami kondisi Kinan.

Nah, follower tersebut mengucapkan terima kasih, karena rupanya, setelah mengikuti Instagram Kinantje dan tulisan-tulisan saya, dia termotivasi untuk bisa lebih kuat dalam merawat puteranya yang ternyata juga lahir dengan kondisi spesial. Belakangan saya tahu, bahwa jika diagnosisnya benar, kondisi puteranya tersebut cukup gawat. Semoga Allah memberikan kesembuhan dan kekuatan kepada bayi lucu tersebut.

Setelah kejadian ini, saya makin yakin bahwa sungguh ciptaan Allah itu pasti sempurna, apapun kondisinya. Bagaimana tidak? Kinan yang sekecil itu, yang bahkan akalnya belum sempurna, sudah bisa bermanfaat bagi orang lain.

Jika hanya dipandang dari tampak luar, mempunyai putera yang spesial seperti Kinan hanya akan dianggap sebagai hal yang menyusahkan. Lahir dengan membran luar di sekujur tubuh, kulit yang mengelupas, setelahnya kulit yang amat kering dan bersisik di beberapa bagian tubuh. Tetapi, dengan berpikir menyeluruh, ikhlas dan menyerahkan hasil akhir kepada Allah, tanpa disadari justru Kinan sudah menjadi manusia dengan manfaat yang besar:

  1. Kinan telah mendorong kami untuk menjadi orangtua yang sadar bahwa Allah adalah sumber dari segala kejadian di dunia.
  2. Kinan telah mengingatkan kami untuk menjadi orangtua yang selalu tawakkal.
  3. Kinan telah mengingatkan untuk selalu melimpahkan kasih sayang kami kepadanya.
  4. Kinan telah menyadarkan kami bahwa untuk bisa mencintainya, kami sebagai suami istri harus lebih dulu untuk selalu ingat dalam menjaga cinta kami sebagai suami istri.
  5. Kinan telah menyadarkan bahwa kami harus mendidiknya menjadi anak yang kuat dan tangguh, bukan anak yang minder karena kondisinya yang spesial. Untuk itu, sebelumnya kami sendiri juga termotivasi untuk bisa menjadi orangtua yang kuat dan tangguh pula.
  6. Dalam proses menjadi orangtua yang kuat dan tangguh, ternyata sedikit banyak, cerita Kinan telah bisa memotivasi orang lain pula.
  7. Penyakit Kinan diobservasi sebagai salah satu obyek penelitian di UMCG, Groningen. Insha Allah cepat atau lambat hasil penelitian ini akan bermanfaat ke bayi-bayi dengan kondisi serupa. Tidak hanya di Belanda, tetapi di seluruh dunia.

Besar kan manfaat yang telah diberikan oleh bayi yang baru berusia tiga bulan ini. Sedangkan kita yang sudah hidup puluhan tahun belum tentu bisa memberikan manfaat dengan kadar yang sama. Saya yakin kelak Kinan akan terus menjadi anak yang bermanfaat bagi orang lain. Tugas kami sebagai orangtua untuk memastikan bahwa dia selalu dapat mengemban tugas itu.

Untuk itu, wahai orangtua dari anak-anak yang spesial

  • Jangan bersedih karena anakmu berbeda, ciptaan Allah pasti sempurna
  • Jangan mengurangi cintamu kepada anakmu hanya karena dia berbeda. Dia pun tidak memilih dilahirkan dalam kondisi seperti itu
  • Jangan membedakan perlakuan kepada anakmu. Dia adalah anak yang normal, hanya dengan sedikit perbedaan
  • Jika kalian memperlakukan anakmu seperti anak normal, maka dia akan tumbuh seperti anak normal
  • Jika kalian memperlakukan anakmu berbeda, maka dia akan tumbuh menjadi anak yang minder dan terbelakang
  • Jangan pernah menutup-nutupi kondisi anakmu, apalagi merasa malu. Bersikap terbuka adalah cara terbaik
  • Jadilah orangtua yang kuat dan tangguh. Anak adalah cerminan dari kedua orangtuanya
  • Anakmu mungkin memberikan banyak manfaat yang tidak kamu pikirkan sebelumnya. Untuk itu, berbahagialah dan bersyukurlah

Groningen, 26 April 2015, jam 21:37 CEST

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s