Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Mengelola dan merencanakan keuangan pribadi

2 Comments

Menjelang akhir tahun 2009, saya berkumpul bersama keluarga di Jember untuk merayakan Idul Adha. Suatu momen yang langka, karena selama kuliah S-1 dari bulan Agustus 2004 sampai wisuda bulan April 2009, saya tidak pernah pulang saat lebaran kurban. Selain pertimbangan ongkos transportasi, biasanya juga tidak ada libur panjang di kampus. Namun, ketika itu saya sudah memulai program S-2. Selain itu, saya juga sudah mempunyai penghasilan sendiri dari hasil kerja sebagai asisten peneliti dan pengajar di sebuah bimbingan belajar. Kombinasi adanya uang dan program magister yang tidak terlalu sibuk membuat saya ketika itu memutuskan untuk pulang di saat lebaran haji yang ketika itu jatuh di bulan Nopember.

Ketika itu kami sekeluarga berkumpul lengkap, kecuali kakak kedua saya yang tinggal di Medan. Mas Hari, kakak pertama bertanya kepada saya.

“Kamu punya tabungan berapa?” Dia tahu saya sudah bekerja sejak April 2009 atau selama delapan bulan. Selama kuliah dia yang membiayai, jadi dia tahu persis sekarang saya sudah punya uang sendiri, karena sejak wisuda saya tidak pernah lagi meminta uang ke dia.

“Paling ada sekitar 1,5 juta, Mas”. Saat itu juga saya baru tersadar betapa sedikitnya uang yang saya simpan selama delapan bulan terakhir.

Dia tertawa dan bilang, “Kamu itu tidak akan bisa menyimpan uang sendiri. Sudah sunatullah (sewajarnya) lelaki untuk sulit mengelola uang. Kamu harus belajar untuk menyetir uang. Kalau belum bisa, titipkan uangmu di Mak’e (Ibu), supaya lebih aman”.

Kejadian itu adalah momen dimana saya tersentak bahwa saya ketika itu sama sekali tidak bisa dan bahkan tidak aware akan pentingnya perencanaan keuangan. Saya tahu bahwa penghasilan saya tidak kecil. Dari lembaga penelitian dan bimbingan belajar, ketika itu di tahun 2009 saya mendapat penghasilan pokok sekitar 3,5 juta rupiah. Angka yang tidak besar. Tetapi bukan suatu alasan bahwa kita tidak bisa memiliki tabungan. Apalagi sebetulnya masih ada beberapa pemasukan lain misalnya kalau sedang ada dinas di luar kota.

Untuk itu, setelahnya saya mulai belajar untuk disiplin dalam merencanakan dan mengelola keuangan. Tujuannya klasik. Tentu supaya hidup lebih nyaman. Tidak munafik. Siapa sih yang ingin hidup kesusahan. Sekarang di tahun 2015, enam tahun setelahnya, saya merasa perencanaan keuangan telah lebih tertata. Disini coba saya bagikan tips dan triknya berdasarkan pengalaman saya. Sebelumnya, mohon maaf, maksud dari tulisan ini hanya berbagi, sama sekali tidak ada niatan untuk menyombongkan diri. Beberapa kasus dan template pengelolaan keuangan saya ambil dari kasus saya pribadi. Saya sulit untuk mengubah angkanya menjadi angka-angka acak (random), itu sama sekali bukan pekerjaan yang mudah. Saya juga sulit untuk mengosongkan angka-angkanya, karena akan menyulitkan dalam memberikan ilustrasi. Untuk itu, jika Anda tidak berkenan dengan isi tulisan ini, mohon diabaikan saja.

Beberapa trip dalam mengelola keuangan a la saya adalah sebagai berikut:

1. Paling utama adalah niat untuk menabung

Anda bisa menggunakan berbagai macam teori perencanaan keuangan. Anda juga bisa menggunakan belasan jenis template. Namun, semuanya itu tidak akan bisa berjalan tanpa kesadaran bahwa Anda harus menabung. Paling tidak buat saya, mengumpulkan niat untuk menabung bukanlah pekerjaan yang mudah. Euforia anak muda yang baru bekerja pada umumnya adalah suka bersenang-senang. Makan enak, beli baju bagus, jam tangan baru, dll. Baru setelah setahun dia sadar bahwa tabungannya sangat sedikit.

Untuk itu, langkah pertama adalah niatkanlah bahwa setiap bulan Anda harus menabung. Ingatlah bahwa tabungan itu bukanlah sisa dari pengeluaran selama sebulan. Tabungan harus dialokasikan di awal bulan. Sebisa mungkin tabungan juga sulit untuk diakses. Maka, dulu di awal-awal tahun saya menjalankan apa yang dianjurkan oleh Mas Hari, setiap awal bulan saya titipkan sejumlah uang ke Ibu. Karena kalau disimpan sendiri, godaan untuk mengambil uang itu besar 😀

2. Rencanakanlah keuangan dengan baik

Saya akan bagi dua template yang saya gunakan untuk merencanakan keuangan. Template pertama sangat sederhana. Pada prinsipnya, saya harus tahu berapa aliran uang yang masuk setiap hari dan setiap bulannya.

Sedangkan Template kedua, lebih detail.

(bersambung)

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

2 thoughts on “Mengelola dan merencanakan keuangan pribadi

  1. mas detail bgt itu template nyaa…. gilaaak deehhh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s