Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Jujur Itu Mujur

Leave a comment

Waktu menelepon Ibu pagi ini, salah satu pesan beliau adalah supaya saya tidak korupsi. Mungkin karena tahu saya PNS. Tetapi sebetulnya ajaran supaya tidak berbuat curang ini sudah ditanamkan sejak lama. Orang tua kami sering menasehati, walaupun kami berasal dari keluarga tidak mampu dan dari desa, perbuatan curang sekecil apa pun harus dihindari. Beberapa contohnya:

  • Bapak saya adalah seorang mandor bangunan. Kerap terjadi beberapa teman sesama mandor mencuri semen dan besi dari proyek. Untungnya memang cukup besar dan kalau mau mencuri juga tidak terlalu sulit. Bapak tidak pernah mau melakukan itu. Pernah saat benar-benar kesulitan uang untuk biaya kuliah Mas Hari, Bapak lebih memilih untuk menggadaikan rumah dan perhiasan Ibu. Hasilnya, suatu saat mandor-mandor yg mencuri itu ditangkap, Bapak dijadikan saksi di hadapan pengadilan. Mereka kehilangan pekerjaannya. Sedangkan Bapak, sampai sekarang usianya sudah 73 tahun, masih dipercaya orang untuk mengerjakan proyek dimana-mana.
  • Tahun 1983 Mas Hari hendakĀ masuk SMP. Ketika itu di desa masih umum ditemui orang yang menyuap (menyogok) kalau ingin diterima di SMP negeri. Orang tua saya tidak bersedia lewat jalur itu. Mas Hari, karena mungkin dari kecil sudah menerima didikan dari orang tua untuk tidak curang, pun hanya mau kalau lewat jalur biasa. Hasilnya, Mas Hari diterima masuk di SMP negeri. Tiga tahun kemudian, dia lulus dengan NEM tertinggi di SMP nya dan tertinggi kedua di seluruh Kabupaten Jember.
  • Jaman masih sekolah, saya tidak pernah dimarahi kalau nilai turun. Tetapi suatu hari waktu masih kelas 3 SD, saya dimarahi habis-habisan oleh Ibu. Perkaranya adalah saya dapat nilai bagus untuk Bahasa Jawa, padahal biasanya pelajaran yang satu ini saya sering dapat jelek. Ibu bilang, “Mencontek itu sama dengan mencuri. Lagipula apa yang kamu bisa banggakan kalau itu bukan hasil kerja kamu sendiri”. Sejak saat itu saya tidak pernah mau mencontek lagi. Alhamdulillah dari SD, SMP, SMA, S1, S2, S3 lancar dan prestasi saya tidak buruk-buruk amat.
  • Sekitar 7-8 tahun yang lalu, si bungsu Aan harus operasi usus buntu. Waktu itu orangtua tidak punya biaya rumah sakit sebesar 7 juta rupiah. Mas Hari juga kebetulan sedang tidak punya uang. Dia pun berencana untuk mengklaim biaya rumah sakit Aan ke asuransi kantornya. Ibu melarang. Beliau bilang, “Aan itu bukan keluarga intimu yang seharusnya masuk klaim kantor. Jangan lakukan itu. Lebih baik hutang. Itu halal, daripada harus berbuat curang”. Belakangan, ternyata di kantor Mas Hari yang melakukan klaim semacam itu ada beberapa. Jumlahnya sekitar 20 orang, dan mereka semua dipecat dari kantor atas dasar perbuatan curang. Alhamdulillah kakak saya tidak melakukan perbuatan itu. Sampai sekarang karirnya masih lancar di kantor.

Masih banyak lagi contoh-contoh kecil yang lain. Moral of the story. Jujur dan malu untuk berbuat curang itu harus ditanamkan sejak sedini mungkin di level keluarga. Harus terus diulang-ulang dan dicontohkan oleh orangtua. Kalau sudah begitu, anak akan lebih gampang untuk sadar bahwa mencontek itu jelek, menyerobot antrian itu memalukan, dsb.

Hal yang lebih penting, segala sesuatu yang didapatkan dengan cara curang itu akan ada bekasnya. Sesuatu (harta, kedudukan, pekerjaan, prestasi) yang tidak halal pasti ada akibatnya. Entah anak yang nakal, susah diatur, dll. Intinya, mengambil sesuatu yang bukan hak kita memang harus selalu dihindari.

Semoga saya bisa meneladani dan kelak diterapkan untuk mendidik anak-anak dan mahasiswa.

Jakarta, 29 September 2015, jam 20:05 WIB

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s