Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Nasib buruh tani

Leave a comment

Buruh tani di Semboro

Seorang buruh tani Jawa dan cucu perempuannya. Lelaki ini bekerja di kebun jeruk keluarga kami. Dia dibayar Rp. 250.000 (Euro 17) sebulan, sudah lebih tinggi dari upah pada umumnya. Dia biasanya bekerja 4-5 hari sebulan, dan dia bisa bekerja di beberapa sawah. Buruh tani tidak memiliki sawah. Mereka mendapatkan uang dengan menjual tenaganya kepada pemilik lahan yang membutuhkan. Meskipun sangat terampil, sangat lumrah menemui buruh tani yang hidup dalam kemiskinan. Bahkan mereka tidak berani bermimpi untuk kelak suatu hari, mereka akan memiliki sepetak sawah yang paling kecil. Selalu bersyukurlah dengan apa yang Anda miliki.

Semboro, Jember 30 Oktober 2015, jam 6:30 WIB

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s