Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Buku yang ingin dibaca

Leave a comment

Tahun 2016 ini saya malas sekali membaca buku. Bulan Maret sudah hampir habis, diluar buku teks akademik dan komik, baru satu buku yang dibaca, “Totto Chan: The Little Girl at the Window”. Itu pun sebetulnya mulai dibacanya di bulan Desember 2015. Btw, buku Totto Chan karangan Tetsuko Kuroyanagi itu bagus loh. Tentang sekolah dasar di Jepang menjelang Perang Dunia II. Pendidikan di SD itu exceptional dan out of the box. Sangat ideal untuk tumbuh kembang anak-anak kecil. Rencananya akan segera saya tuliskan resensinya di blog ini.

Kembali ke topik. Tidak tahu juga kenapa kok akhir-akhir ini jadi malas membaca. Padahal, selama di Belanda harusnya dimanfaatkan untuk banyak baca. Soalnya, hidup disini itu lebih deterministik dibandingkan di Indonesia. Meskipun sudah ada si Kinan yang harus diurus, tingkat kepastian ritme kehidupan sehari-hari disini itu tinggi. Sebagai PhD student, kerjaan saya sudah jelas. Bikin paper, coding Matlab, koordinasi dengan tim dari IPC Tanjung Priuk, dan bimbing bachelor dan master student. Kalau ada meeting dengan supervisor atau janji bertemu dengan enam dokter spesialis Kinan di rumah sakit (kulit, anak, genetik, gizi, mata, urologi), semua sudah terjadwal. Jam 9 masuk kantor, jam 18 sore saya sudah di rumah lagi dengan kerjaan beres. Beda dengan di Bandung. Sudah pulangnya sering malam, kerjaan saya sebagai dosen macem-macem. Tiba-tiba pagi bisa diundang meeting di fakultas. Kadang juga dalam seminggu ada saja harus ke luar kota. Maklum, ngamen (baca: proyek, training, jadi narasumber) dulu. Biar dapur tetap ngebul, hehehe.

To cut the story short, waktu saya disini itu banyak lowongnya. Seharusnya sebulan sekali baca satu buku itu sangat memungkinkan. Makanya jadi merasa bersalah karena tidak dimanfaatkan sebaik mungkin. Yah, walaupun saya sekarang sedang menulis novel, itu sudah terjadwal, dan seharusnya tidak terlalu menyita waktu. Biasanya saya menulis dari jam 5 sampai 6 pagi. Kalau alasan soal buku yang berbahasa Inggris, jelas tidak masuk akal. Walaupun tidak seperti teman saya yang sudah sangat fasih baca buku-buku dalam bahasa Inggris, sejak di Belanda buku-buku yang say baca bahasanya Inggris semua. Lha wong Book Depository dan Amazon tidak jualan buku-buku bahasa Indonesia.

Jadi, ini saya bikin daftar buku yang ingin dibaca di tahun ini. Supaya nanti di akhir tahun bisa dievalusi sejauh mana saya sudah baca buku. Syukur-syukur kalau sempat dibuat resensinya.

1. To Kill a Mockingbird by Harper Lee (sedang dibaca)

Novel klasik dari tahun 1960. Setting ceritanya di Amerika Serikat saat jaman Great Depression melanda dunia di tahun 1930-an. Masuk di berbagai daftar buku terbaik yang layak dibaca.

2. The Emperor of All Maladies: A Biography of Cancer by Siddhartha Mukherjee

Buku non-fiksi pemenang Pulitzer Prize. Ditulis oleh seorang dokter India yang berkarir di Amerika Serikat. Bercerita tentang sejarah kanker dari masa ke masa.

3. Max Havelaar by Eduard Douwes Dekker

Buku dari abad ke-19 yang banyak dipuji oleh kritikus, termasuk Pramoedya Ananta Toer. Bercerita tentang ketimpangan sosial antara pejabat Belanda dengan rakyat pribumi.

4. Islam: A Short History by Karen Armstrong

Sejak membaca “A History of God”, saya penasaran dengan buku-buku Armstrong yang lain. Konon, buku ini dengan bagus menjelaskan sejarah Islam dari perspektif yang objektif.

5. Arus Balik by Pramoedya Ananta Toer

Karya monumental Pram yang semoga masih bisa didapatkan ketika nanti saya ke Indonesia di musim panas tahun ini. Ceritanya tentang kedatangan Portugis ke Indonesia, keruntuhan Majapahit, dan mulai bangkitnya Kesultanan Demak.

6. Kuantar ke Gerbang by Ramadhan K. H.

Roman semi-biografi tentang hubungan Soekarno dengan istri keduanya, Inggit Garnasih, yang dinikahinya selama dua puluh tahun. Soekarno kemudian menceraikan Inggit untuk menikahi Fatmawati. Bu Inggit menurut saya kurang mendapat kredit atas peran pentingnya bagi sejarah Indonesia. Buku ini, konon adalah penghormatan yang bagus bagi beliau.

7. Atheis by Achdiat Karta Mihardja

Novel yang seangkatan dengan jaman Chairil Anwar. Kisahnya tentang seorang pemuda Muslim yang jatuh di tengah kebimbangan interaksi dengan teman-temannya yang meragukan keberadaan Tuhan.

8. Unbroken: A World War II Short Story of Survival, Resilience, and Redemption by Laura Hillenbrand

Perang Dunia II, walaupun menjadi salah satu bagian yang paling kelam bagi sejarah manusia, selalu menarik perhatian saya. Buku ini ada biografi seorang mantan atlet Olimpiade yang selama 2,5 tahun menjadi tahanan perang.

9. An Army at Dawn by Rick Atkinson

Masih tentang Perang Dunia II. Pemenang Pulitzer Prize for History. Menceritakan tentang invasi pasukan Sekutu ke Afrika Utara, yang kemudian membuka jalan kemenangan mereka di PD II.

10. A Brief History of Seven Killings by Marlon James

Saya selalu suka buku-buku pemenang Man Booker Prize, dan ini adalah juara edisi terakhir. Plotnya tentang seri pembunuhan yang diawali dari rencana pembunuhan Bob Marley di Jamaika.

11. The Inheritance of Loss by Kiran Desai

Sejak membaca “The White Tiger” karya Aravind Adiga, saya jadi suka membaca buku-buku karangan pengarang dari India. Bahasa Inggrisnya luwes, tetapi sederhana. Kisah dari buku ini tentang hilangnya identitas sebuah bangsa setelah melalui kolonialisme selama puluhan tahun.

12. The Great Gatsby by F. Scott Fitzgerald

Konon, merupakan salah satu buku yang layak dibaca. Settting ceritanya terjadi sebelum masa Great Depression, tentang American Dream, idealisme, dan kemerosotan moral.

Itu buku-buku yang ingin saya baca di tahun ini. Kok banyak buku lama? Saya memang suka membaca sesuatu yang sudah terbukti bagus. Meskipun saya juga suka baca buku jaman sekarang kalau memang berkualitas. Semoga saja bisa terbaca semuanya.

Groningen, 26 Maret 2016

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s