Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Mencoba Serumah.com

4 Comments

Serumah

Kalau ada yang bertanya, apa itu serumah.com, maka saya akan balik bertanya, sudahkah pernah mencoba Airbnb? Sebagai seorang mahasiswa yang gemar jalan-jalan, mencari penginapan adalah hal yang penting. Karena saya sudah punya seorang isteri dan anak yang masih berumur setahun, penginapan yang berkualitas namun dengan harga terjangkau bahkan lebih penting dibandingkan dengan tiket pesawat yang sedang promo. Dalam hal ini, apartemen penting buat kami, karena ada dapur, kalau ingin memasak makanan buat Kinan tidak terlalu repot.

Selama ini menggunakan Airbnb untuk keliling Eropa, kami belum pernah kecewa. Jadi, saya menaruh harapan yang besar saat menemukan Serumah. Saat membuka situsnya, muncul tiga pilihan. Saya memilih yang kedua, “Cari Kamar Sewa”. Dugaan saya benar, amat mirip dengan Airbnb. Disini kita bisa memilih kota serta jangkauan harga sewa per bulan yang diingkan, dan dalam sekejap akan ditampilkan kamar-kamar yang sudah diiklankan. Jika ingin melihat posisi properti peta, situs pun sudah menyediakannya, sehingga kita dapat memilihnya dengan mudah.

Namun sayangnya, filter untuk menyaring jenis properti tidak tersedia, sehingga saya harus mengecek satu per satu di setiap properti. Di Airbnb, filter bisa dilakukan di tahap awal pencarian. Misal kita ingin mencari di daerah mana, fasilitas apa saja yang kita inginkan, maupun jenis propertinya. Sehingga yang ditampilkan hanyalah yang sesuai dengan keinginan kita.

Pemilihan filter di Airbnb yang tidak tersedia di Serumah.com

Pemilihan filter di Airbnb yang tidak tersedia di Serumah.com

Ada baiknya jika penambahan menu ini dipertimbangkan oleh pengelola Serumah. Membuat menu semacam ini mestinya tidaklah sulit. Di setiap properti sudah tersedia berbagai check list fasilitas properti. Bahkan informasi tambahan seperti apakah penyewa boleh merokok atau membawa binatang piaraan pun telah ada. Jadi logikanya, keterangan-keterangan dari semua properti yang terdaftar tinggal direkapitulasi, untuk kemudian ditampilkan sebagai menu di tahap awal awal pencarian. Menu filter tersebut bakal sangat bermanfaat, karena dapat membuat pencarian menjadi lebih efisien.

Cari teman

Selain pencarian kamar, Serumah juga menawarkan fitur pencarian teman sekamar. Sepertinya opsi ini adalah produk unggulan, karena ditempatkan dalam urutan pertama. Untuk menjalankan fitur ini sangat mudah. Selain tentu mengisi daerah yang diinginkan, kita diminta untuk memilih, apakah “orang yang mencari kamar”, atau “orang yang mencari penyewa”. Setelahnya, akan ditampilkan profil orang-orang yang sedang mencari teman sekamar, lengkap dengan berbagai informasi seperti pagu maksimal biaya sewa bulanan, mau tidaknya berbagi (share) kamar, dan berbagai keterangan lainnya seperti preferensi terhadap merokok, dsb.

Fitur ini cukup unik, karena dapat memfasilitasi pemilik properti untuk mencari calon penyewa kamar/rumahnya. Meskipun dalam pendapat saya, opsi ini sebetulnya juga tidak terlalu signifikan, karena jika pemilik yakin akan kualitas propertinya, orang-orang yang membutuhkan kamar bakal menghubungi dia dengan sendirinya.

Selain itu, saya pribadi tidak tertarik untuk menggunakan fitur ini, dikarenakan informasi yang sifatnya privat seperti nomor telepon ditampilkan di ruang publik. Serumah dapat mencontoh Airbnb, dimana nomor telepon owner apartemen hanya dapat diakses saat penyewa dan pemilik sudah sepakat dengan tanggal sewa. Bahkan walaupun sudah menjadi member dan log in, nomor telepon tidak bisa diperoleh saat belum terjadi deal. Persoalan ini mungkin sepele. Namun selama hampir empat tahun saya tinggal di Eropa, privasi itu memang penting. Bisa saja nomor telepon yang sudah beredar di ruang publik dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak baik tujuannya. Kalau benar hal itu terjadi, siapakah yang bakal bertanggung jawab?

Jika nomor telepon tidak ditampilkan, lantas bagaimana komunikasi bisa terjadi jika belum deal? Dalam hal ini Airbnb telah menyediakan fitur pesan (inbox) yang telah tersambung otomatis. Sehingga tanpa perlu melihat nomor telponnya, kita bisa menanyakan segala macam halnya dengan jelas. Yang lebih memudahkan lagi, biasanya pemilihan apartemen di Airbnb didasarkan atas ulasan (review). Jika ulasan di sebuah properti banyak yang positif, bisa dibilang calon penyewa telah cocok, komunikasi dengan pemilik hanya untuk memastikan hal-hal tambahan. Menu ulasan belum ada di Serumah, namun masih dipahami, karena layanan ini masih baru.

Keberlanjutan

Dengan berbagai keunggulan dan kelemahannya tersebut, menurut saya Serumah tetap patut diapresiasi, karena telah memberikan warna lain dalam dunia pencarian properti di tanah air. Apalagi dengan mobilitas masyarakat yang makin tinggi, kebutuhan properti bakal makin tinggi, sementara informasi yang disediakan biasanya kurang memadai. Tahun lalu pun saya harus satu bulan di Jakarta untuk mengerjakan penelitian. Kelimpungan saya mencari, lewat Airbnb pun tidak ada yang cocok, karena harganya over-priced. Akhirnya harus koprol sana sini menghubungi lewat telepon, WA, dll. Jika saat itu sudah kenal dengan Serumah, sepertinya bisa lebih mudah.

Selain itu, nilai plus yang lain adalah bertransaksi di Serumah sampai saat ini masih gratis. Mau pasang iklan, cari kamar, ataupun cari teman sekamar masih tidak dipungut biaya. Sekaligus ini menjadi pertanyaan saya, sampai kapankah bakal gratis? Karena sebuah bisnis pasti membutuhkan biaya operasi. Memasang domain website saja harus bayar. Kecuali jika memang Serumah adalah sebuah layanan sosial.

Apakah nanti rencana Serumah jika misalnya sudah tidak gratis? Apakah bakal mengenakan charge kepada pemilik properti seperti yang dilakukan Airbnb? Atau akankah memasang iklan? Rencana-rencana ini sepertinya harus disampaikan di dalam situs Serumah.com, supaya pengguna mendapatkan kejelasan. Selain itu, menambahkan TermsConditions juga diperlukan; contoh sederhana, jika terjadi penyalahgunaan properti, maka kepada siapakah tuntutan dapat dilayangkan, penyewa atau Serumah? Tidak ketinggalan, daftar pertanyaan (FAQs) menurut saya mutlak diperlukan.

Groningen, Agustus 2016

Author: Rully Cahyono

Pengajar yang terus belajar

4 thoughts on “Mencoba Serumah.com

  1. Selamat Sore Pak Rully,

    Terima kasih juga atas kritik dan saran yang sudah ditulis Pak Rully. Kritik dan saran tersebut akan kami jadikan perbaikan bagi serumah.com. Saya ingin menyampaikan feedback atas beberapa masukan dari Pak Rully dan saya merangkumnya menjadi beberapa poin di bawah ini:

    1. Hal yang berkaitan apakah serumah mirip dengan airbnb? Betul sekali sekilas Serumah mirip dengan Airbnb. Serumah saat ini terlihat seperti website pencari kost-kostan, namun sebenarnya serumah lebih memfokuskan diri sebagai website pencari sewa apartemen dan juga sewa rumah.
    Dan kami juga akan menambahkan menu fitur filter non-kost (apartemen/rumah) dan juga kost untuk memudahkan pengguna serumah.

    2. Serumah juga menampilkan nomor handphone pengguna menganggu privasi.
    Ya, namun pengisian nomor handphone tersebut sifatnya optional.
    Komunikasi masih dapat terjalin menggunakan email yang sudah didaftarkan pengguna.
    Calon penyewa dapat menghubungi pemilik properti dengan saling berkirim email jika memang pemilik properti tidak menginginkan mempublikasikan nomor handphonenya.

    3. Menu review sebaiknya dimasukkan untuk melihat kualitas properti.
    Menu review dapat ditayangkan untuk website seperti bookinghostel dan juga airbnb yang jangka penyewaannya singkat.
    Namun, kami menemukan juga kelemahan lainnya jika kami memasukkan menu review, yaitu: tidak semua orang mau dan menyempatkan diri untuk menulis review apalagi penyewaan properti disini sifatnya long term.
    Kami juga menemukan celah bagi pemilik properti yang mendapat review jelek, mereka akan menghapus akun mereka dengan selang beberapa waktu mereka kemudian membuat akun baru dengan menayangkan properti yang sama.
    Kedua alasan tersebut menjadi alasan kami untuk tidak memasukkan menu review seperti airbnb pada fitur serumah.

    4.Penggunaan serumah gratis dan apakah ini sebuah layanan sosial?
    Serumah kami usung seperti Dropbox dan Evernote dimana pengguna kami berikan layanan yang sifatnya Freemium (Free and Premium).
    Kami tidak akan menarik biaya bagi orang yang ingin mencari roommate atau mengiklankan propertinya. Semua gratis.
    Namun, kami akan mencharge biaya kepada pengguna yang ingin mendapatkan fasilitas lebih dari apa yang sudah kami berikan secara gratis.

    5. Bagaimana jika terjadi penyalahgunaan konten properti, kepada siapa pengguna melayangkan pengaduan?
    Kami secara rutin mengecek profil pengguna dan iklan properti sehingga jika terjadi penyelahgunaan, kami akan menghapus konten tersebut secara sepihak.
    Kami juga menerima laporan email dari penggunan yang menemukan adanya penyalahgunaan properti.
    Kami juga akan segera menyusun FAQ Serumah.

    Demikian feedback dari kami. Kami harap serumah dapat berguna bagi mahasiswa dan juga kalangan profesional muda yang ingin mencari roommate atau sharing apartemen.
    Terima kasih Pak Rully atas masukannya yang sangat membantu bagi pengembangan website Serumah.
    Salam

    Soraya F.
    Tim Serumah
    soraya.serumah@gmail.com
    http://serumah.com/

  2. waah… baru kali ini saya menemukan tulisan blogger langsung dikomentari oleh tim yang di review lho, apalagi ditanggapinya gak hanya sekedar mengucapkan terima kasih telah direview dan diberi masukan2…..

    yang seperti ini rasanya lebih prestise dibanding tulisan2 review yang hanya sepihak, meskipun mendatangkan banyak komentar dari pembaca lainnya.

    salam,
    Tia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s