Substansi

Ingin jadi wartawan, nyasar jadi guru


Leave a comment

Cie Rasa Loom: Kuliner Aceh di Bandung

Jalan Terusan Buah Batu 154, Bandung; Rp 15.000–25.000/porsi

Mie tumis spesial.

Mie tumis spesial.

Saya termasuk orang yang suka mencoba hal-hal baru, termasuk dalam hal makanan. Jika banyak teman-teman saya dari Jember yang selama kuliah setia dengan makanan Jawa Timur, saya senang mencoba makanan dari daerah-daerah lain di Indonesia. Begitu pula dengan Mie Aceh. Sejak pertama kali mencoba sekitar tahun 2006, saya langsung cocok. Continue reading


Leave a comment

Bakso Malang Mandeep yang Mantep!

Jalan Citarum No. 32, depan Pusdai, Bandung; Rp 20.000–25.000/porsi

Bakso malang Mandeep tidak memakai mie/bihun.

Bakso malang Mandeep tidak memakai mie/bihun.

Pertama kali saya makan Bakso Mandeep adalah waktu masih mahasiswa S1. Dulu saya tidak sengaja menemukan warung bakso ini. Waktu itu lokasinya masih berupa tempat kecil di dekat Masjid Istiqomah. Selang beberapa saat, lokasi berpindah ke depan Pusdai, Bandung, dan sekarang pantasnya sudah disebut sebagai restoran. Continue reading


Leave a comment

Sop Kaki Kambing BCA Dago: Lupakan sejenak kolesterol Anda!

Pojok Dago-Dipati Ukur, sebelah Bank BCA Dago, Bandung; Rp 25.000 – 30.000

Sop daging sapi dengan warna kuning dari minyak samin

Sop daging sapi dengan warna kuning dari minyak samin

Menjelang waktu keberangkatan kami berdua ke Belanda, salah satu misi yang saya dan istri ingin tuntaskan adalah menikmati gurihnya sop kaki kambing. Tetapi tidak asal sop kambing, harus yang di sebelah BCA Dago. Tempat ini memang favorit kami berdua. Terakhir kali kami makan disini adalah sebelum saya berangkat ke Belanda bulan Desember tahun 2012, sudah lama sekali. Continue reading


Leave a comment

Masakan Jawa Timur Pak Sadi: Enak Tenan Rek

Jalan Talaga Bodas No. 46, Bandung; Rp 25.000–30.000/porsi

Rujak cingur.

Rujak cingur.

Terakhir kali saya makan rujak cingur rasanya sudah lama sekali. Kejadian itu mungkin waktu saya mudik Lebaran tahun 2012 ke Jember, atau sudah lebih dari setahun. Waktu saya dan istri pulang ke Jember bulan Juni 2013, kami tidak sempat mencicipi masakan khas Jawa Timur ini. Rangkaian kejadian ini membuat keinginan saya ketika pulang ke Indonesia awal bulan Nopember 2013 menjadi tidak terbendung lagi.

Continue reading


Leave a comment

RM Sari Rasa Sambel Hejo: Gurihnya Ayam Kampung dan Nikmatnya Sajian Sunda

Jalan Natuna No. 29, Bandung; 022-4218961; Rp 25.000 – 35.000

Siang itu perut terasa lapar setelah dari pagi menempuh “ujian” SIM A di Polwiltabes Bandung. Kebetulan juga saya dan istri bertemu Restu, kawan kami, di tempat ujian SIM. Jadilah ibu-ibu memutuskan hendak makan siang dimana, dan pilihan jatuh ke tempat yang dekat, Sambel Hejo. Saya pun setuju. Saya memang belum pernah makan disini, tetapi kabar tentang kelezatan makanan di restoran ini sudah lama saya dengar. Maka, hari itu saya ingin membuktikan secara langsung.

ayam goreng kampung, perkedel jagung, perdekel kentang cimplung, jerohan ayam goreng, tahu-tempe, pepes usus, pepes tahu, pepes teri, lalapan, sambal hejo

ayam goreng kampung, perkedel jagung, perdekel kentang cimplung, jerohan ayam goreng, tahu-tempe, pepes usus, pepes tahu, pepes teri, lalapan, sambal hejo

Continue reading


Leave a comment

Bakmi Jowo DU67: Mengobati kerinduan orang Jawa di Bumi Parahyangan

Jalan Dipati Ukur No. 67, Bandung, Jawa Barat; Rp 25.000–30.000/porsi

Bakmi jawa pedas

Bakmi jawa pedas

Yen wong lagi gandrung, ra peduli mbledose gunung, yen wong lagi naksir, ra peduli perang nuklir (kalau orang sedang kasmaran, tidak akan peduli gunung meletus, kalau orang sedang naksir, tidak akan peduli perang nuklir). Begitulah penggalan lagu campursari yang diputar di Bakmi Jowo DU67 waktu saya dan istri mampir kesana di penghujung bulan Juni 2013 lalu. Sore itu hujan turun cukup deras, kondisi cuaca yang seperti itu makin menguatkan keinginan kami untuk makan bakmi, tentu nikmat kalau di cuaca yang dingin makan bakmi panas. Memang kami berdua sering makan disini, bahkan awal-awal masih pedekate juga dulu saya mengajak istri (waktu itu masih calon pacar) untuk makan disini, ternyata dia juga suka. Tetapi tanpa bumbu romantisme masa muda pun cita rasa di restoran ini memang istimewa, inilah yang coba diulas di tulisan kali ini. Continue reading


Leave a comment

Warung Nasi Tradisional Khas Sunda Bu Tatang: feels like home

Sekeloa, Sekitar Dipati Ukur-Tubagus Ismail, Bandung; Rp 10.000–15.000/porsi

Dapur dan tempat makan yang jadi satu

Dapur dan tempat makan yang jadi satu

Pagi itu saya berangkat dari rumah mertua Ciwastra menuju Kampus ITB untuk dua tujuan, pertama adalah transaksi di bank dan kedua silaturahim dengan teman-teman dosen di TI ITB. Sampai lokasi perut terasa lapar, wajar karena saya berangkat sebelum jam 7 pagi tanpa sempat sarapan terlebih dahulu. Saya pun segera mengontak para Laskar Pajang mahasiswa-mahasiswa “senior” KMJB yang masih tersisa di Bandung; Uca, Zain, dan Brili untuk sarapan bersama, mereka mengusulkan untuk sarapan di Bu Tatang. Continue reading


Leave a comment

Soto Betawi Gelap Nyawang ITB

Jalan Gelap Nyawang, Bandung, Jawa Barat; Rp 10.000–15.000/porsi

Isi dalam semangkok soto.

Isi dalam semangkok soto.

Siang itu saya dari Bogor menuju ke Bandung. Sampai di Kota Kembang, saya segera menuju ke Cisitu Lama karena sudah berjanji bertemu Ustadz Uca dan Bung Oman, Kahim Himastrol ITB (Himpunan Mahasiswa Astrologi). Setelah bercakap-cakap, perut terasa lapar, wajar karena waktu itu sudah lewat jam makan siang dan perut belum diisi. Saya menawarkan ke teman-teman, apakah ingin makan soto betawi di Gelap Nyawang atau soto madura di Unisba, mereka memilih yang pertama.

Continue reading


Leave a comment

Mie Kocok Bandung? Ya Mang Dadeng

Jalan Banteng No. 67, Bandung, Jawa Barat; Rp 20.000–25.000/porsi

Mih kocok

Mih kocok

Kalau Anda bertanya ke orang Bandung mie kocok mana yang enak, rasanya hampir semua akan merekomendasikan ke Mang Dadeng. Ya, kuliner ini memang sudah endeared di kalangan warga ibukota bumi Parahyangan. Begitu juga malam itu, setelah dari BEC, awalnya saya ingin makan berat, tapi karena Uca bilang masih kenyang, maka meluncurlah kami ke Mang Dadeng yang mie kocoknya sudah legendaris ini. Continue reading