Substansi

Ingin jadi wartawan, nyasar jadi guru


4 Comments

Apa yang akan kamu lihat dua puluh tahun lagi?

“Apa yang akan kamu lihat dua puluh tahun lagi?”. Kalimat yang bunyinya kira-kira seperti itu ditempelkan oleh Yandy, di dinding kamar kos-nya di Jalan Sangkuriang, Bandung, bulan Agustus 2004. Waktu itu kami baru diterima sebagai mahasiswa ITB. Saya memang sekosan dengan Yandy, dan juga dengan Oky. Kami semua berasal dari Jember, dan juga dari SMA yang sama, wajar jika kami bertiga memutuskan untuk mengontrak rumah bersama-sama. Setahun kemudian, kami pindah ke Jalan Cisitu Lama, dan Babol, adik kelas yang juga dari Jember ikut bergabung. Tulisan itu tetap dibawa Yandy ke kamarnya yang baru.

Jomblo kos tahun 2005. Dari kiri ke kanan: Yandy, Rully, Babol, Oky

Jomblo kos tahun 2005. Dari kiri ke kanan: Yandy, Rully, Babol, Oky

Continue reading


5 Comments

Kiat-Kiat Belajar Bahasa Inggris dengan Baik-Bagian Kedua (Berdasarkan Pengalaman Pribadi)

Ditulis di Bandung, 30 Maret 2011

(sambungan) Setelah kemampuan listening dan reading mencukupi, sebenarnya itu sudah bagus karena berarti Anda sudah bisa berbahasa Inggris secara pasif, selanjutnya adalah bagaimana bisa berbahasa secara aktif yang dalam hal ini diwakili oleh kemampuan writing dan speaking. Writing saya tidak menyiapkan secara khusus. Tetapi kebetulan selama 3 bulan sebelum tes IBT saya menulis paper penelitian yang akan dimajukan ke konferensi internasional. Sangat terasa kemudahan dalam menulis setelah saya membekali diri dengan kemampuan structure. Penulisan jauh lebih lancar dan cepat dari sebelumnya meskipun ketepatan kosakata dan idiom saya masih terkendala. Tetapi hal ini dapat dimengerti karena pertama, menulis teks akademik sama sekali berbeda dengan menulis blog dan yang kedua, memang kosakata bahasa Inggris sebanyak 600.000 kata, enam kali lebih banyak dibandingkan dengan kosakata bahasa Indonesia. Continue reading


Leave a comment

Kiat-Kiat Belajar Bahasa Inggris dengan Baik-Bagian Pertama (Berdasarkan Pengalaman Pribadi)

Ditulis di Bandung, 27 Maret 2011

Kira-kira sebulan yang lalu nilai TOEFL IBT (internet based test) saya keluar. Alhamdulillah skornya 104 (dari maksimum 120). Nilai 104 jika dikonversikan ke TOEFL PBT (paper based test) setara dengan 613 (dari maksimum 677). Dari kemungkinan nilai maksimum setiap section adalah 30, saya mendapatkan skor 28 untuk reading, 29 untuk listening, 22 untuk speaking dan 25 untuk writing. Saya coba bagi pengalaman saya kepada pembaca dan karena panjang, teks ini dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama utamanya menjelaskan latar belakang, listening dan reading sedangkan writing, speaking dan kiat-kiat umum dibahas di bagian kedua.

Continue reading


4 Comments

Menyusuri Warung Makan di Cisitu dan Sekitarnya

Kawasan Cisitu dan sekitarnya adalah daerah yang sangat berkesan bagi saya. Tercatat saya mulai tinggal di daerah ini mulai bulan Agustus 2004 sampai dengan September 2012, atau selama delapan tahun satu bulan, sebuah waktu yang cukup kalau Anda ingin menempuh dua pendidikan sarjana. Setahun pertama, saya tinggal di Sangkuriang bersama dua teman seperjuangan dari Jember, Yandy dan Oky. Mempertimbangkan kontrakan di Sangkuriang yang cukup sempit, di bulan Juli tahun 2005 kami bertiga, ditambah satu adik angkatan anggota baru, Babol, mencari kontrakan baru dan akhirnya dapat di Jalan Cisitu Lama V/42 B1. Rumah inilah yang saya tempati sampai berakhir waktu tinggal saya di Cisitu. Continue reading


1 Comment

Bisa Gak Ya?

Ini dia admission requirement kalau mau S3 di Erasmus Univ. Rotterdam:

  • At least an MSc, MA or MPhil degree in business or economics, or from related fields such as psychology, sociology, engineering, mathematics, etc. (depending on PhD project).
  • Excellent results in their first degree/graduate study.
  • Explicit interest in and motivation for scientific research.
  • A GMAT-test (Graduate Management Admission Test) or GRE-test (Graduate Record Examinations) is required for all entering students. The test results should not be older than five years and an indication of the required score is 85%.
  • Furthermore, ERIM requires candidates to show proof of their proficiency in English. Applicants have to provide ERIM with either a TOEFL or IELTS test. ERIM requires a TOEFL score of at least 600 on the paper based test and 250 on the computer based test. For IELTS there is a minimum score of 7.5.
  • In addition to these formal requirements, candidates for the Programme are selected on the basis of their CVs, academic references, and interview(s) with the potential supervisor(s).

Bisa gak ya gw memenuhi persyaratan ini? Harus bisa, fight for it!


Leave a comment

Masyarakat yang (Belum) Mati

Akhir-akhir ini saya makin apatis saja terhadap Indonesia, terutama terhadap masyarakatnya. Perilaku masyarakat sudah jauh dari apa yang pernah kita pelajari di PPKn dahulu. Gotong-royong, tenggang rasa, tolong-menolong; ah, itu semua cuma omong kosong. Tidak mungkin muncul kepedulian kepada yang lain jika setiap orang ingin bertindak semaunya; buang sampah di jalanan, menerobos lampu merah, menyerobot antrian, dan masih banyak lagi perilaku yang membuat jengkel kalau melihatnya. Continue reading


1 Comment

Belajar dari “Negara” TI ITB

Kalau Program Studi Teknik Industri (Prodi TI) ITB dianggap sebagai sebuah negara, maka negara mini tersebut dapat dibilang sukses dalam mengelola sistem manajemen informasinya. Bagaimana tidak? Dengan peralatan dan fasilitas informasi yang serba terbatas, penduduk (baca: mahasiswa) “negara” TI ITB hampir selalu mendapatkan dan mencerna informasi dari pemerintah (baca: petinggi Prodi) dengan baik. Misal, ada informasi mendadak mengenai perubahan jam kuliah, hampir tidak ada yang tidak tahu info tersebut, walau waktu diberikannya info hanya beberapa jam sebelum pelaksanaan. Continue reading