Substansi

Ingin jadi wartawan, nyasar jadi guru


4 Comments

Menyusuri Warung Makan di Cisitu dan Sekitarnya

Kawasan Cisitu dan sekitarnya adalah daerah yang sangat berkesan bagi saya. Tercatat saya mulai tinggal di daerah ini mulai bulan Agustus 2004 sampai dengan September 2012, atau selama delapan tahun satu bulan, sebuah waktu yang cukup kalau Anda ingin menempuh dua pendidikan sarjana. Setahun pertama, saya tinggal di Sangkuriang bersama dua teman seperjuangan dari Jember, Yandy dan Oky. Mempertimbangkan kontrakan di Sangkuriang yang cukup sempit, di bulan Juli tahun 2005 kami bertiga, ditambah satu adik angkatan anggota baru, Babol, mencari kontrakan baru dan akhirnya dapat di Jalan Cisitu Lama V/42 B1. Rumah inilah yang saya tempati sampai berakhir waktu tinggal saya di Cisitu. Continue reading


1 Comment

Bisa Gak Ya?

Ini dia admission requirement kalau mau S3 di Erasmus Univ. Rotterdam:

  • At least an MSc, MA or MPhil degree in business or economics, or from related fields such as psychology, sociology, engineering, mathematics, etc. (depending on PhD project).
  • Excellent results in their first degree/graduate study.
  • Explicit interest in and motivation for scientific research.
  • A GMAT-test (Graduate Management Admission Test) or GRE-test (Graduate Record Examinations) is required for all entering students. The test results should not be older than five years and an indication of the required score is 85%.
  • Furthermore, ERIM requires candidates to show proof of their proficiency in English. Applicants have to provide ERIM with either a TOEFL or IELTS test. ERIM requires a TOEFL score of at least 600 on the paper based test and 250 on the computer based test. For IELTS there is a minimum score of 7.5.
  • In addition to these formal requirements, candidates for the Programme are selected on the basis of their CVs, academic references, and interview(s) with the potential supervisor(s).

Bisa gak ya gw memenuhi persyaratan ini? Harus bisa, fight for it!


Leave a comment

Masyarakat yang (Belum) Mati

Akhir-akhir ini saya makin apatis saja terhadap Indonesia, terutama terhadap masyarakatnya. Perilaku masyarakat sudah jauh dari apa yang pernah kita pelajari di PPKn dahulu. Gotong-royong, tenggang rasa, tolong-menolong; ah, itu semua cuma omong kosong. Tidak mungkin muncul kepedulian kepada yang lain jika setiap orang ingin bertindak semaunya; buang sampah di jalanan, menerobos lampu merah, menyerobot antrian, dan masih banyak lagi perilaku yang membuat jengkel kalau melihatnya. Continue reading


1 Comment

Belajar dari “Negara” TI ITB

Kalau Program Studi Teknik Industri (Prodi TI) ITB dianggap sebagai sebuah negara, maka negara mini tersebut dapat dibilang sukses dalam mengelola sistem manajemen informasinya. Bagaimana tidak? Dengan peralatan dan fasilitas informasi yang serba terbatas, penduduk (baca: mahasiswa) “negara” TI ITB hampir selalu mendapatkan dan mencerna informasi dari pemerintah (baca: petinggi Prodi) dengan baik. Misal, ada informasi mendadak mengenai perubahan jam kuliah, hampir tidak ada yang tidak tahu info tersebut, walau waktu diberikannya info hanya beberapa jam sebelum pelaksanaan. Continue reading