Substansi

Ingin jadi wartawan, nyasar jadi guru


Leave a comment

Penutupan blog Gembulisme

Pembaca yang budiman,

Karena keterbatasan saya untuk mengelola dua blog secara bersamaan, dan sekaligus pertimbangan efisiensi, maka dengan berat hati saya memutuskan untuk menutup blog saya yang selama ini dikhusukan untuk kuliner, yaitu Gembulisme (https://gembulisme.wordpress.com/).

Blog Gembulisme akan ditutup pada tanggal 1 April 2016, dan selama itu, secara bertahap pos-pos yang sudah pernah ditulis akan dipindahkan ke blog saya yang ini, To Improve is To Change (https://rullytricahyono.wordpress.com). Blog ini tidak khusus membahas kuliner. Isinya campur-campur. Pindahan artikel-artikel Gembulisme bakal dapat dilihat di kategori “kuliner”. Tautannya adalah sebagai berikut ini.

Saya akan tetap berkomitmen untuk menulis tentang ragam kuliner yang pernah saya kunjungi. Tulisan-tulisan terbaru akan saya masukkan ke tautan yang telah diberikan di atas. Jika berkenan, dapat mengikuti (follow) blog saya ini (https://rullytricahyono.wordpress.com/), sehingga pembaca dapat mengikuti artikel kuliner-kuliner terbaru, dan juga artikel-artikel lain yang saya tulis.

Saya sangat mengapresiasi segala kunjungan, komentar dan kritik pembaca ke blog Gembulisme. Semua itu telah membuat blog Gembulisme menjadi lebih baik. Saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam berinteraksi.

Salam kuliner!

Groningen, 29 Februari 2016


Leave a comment

“The 30 Indonesian Traditional Culinary Icons” yang kurang representatif

Baru tahu kalau di tahun 2013, Kementerian Pariwisata, waktu itu menterinya masih bu Marie Pangestu, pernah merilis video ini. Kalau saya tidak salah tangkap, ini ceritanya adalah 30 ragam kuliner yang menjadi ikon Indonesia. Untuk kuliner yang jadi simbol Nusantara, pilihan jatuh ke tumpeng. Cukup masuk akal. Dalam tumpeng terdapat aneka macam makanan. Selain itu, makna filosofisnya pun tinggi.

Daftar lengkap 30 makanan/minuman yang menjadi ikon tanah air adalah sebagai berikut. Penjelasan berikut resepnya dapat dilihat disini. Untuk yang ini saya salut, karena ternyata Pemerintah Indonesia cukup niat untuk membuat paparan formal tentang kekayanaan kuliner Nusantara. Continue reading


Leave a comment

Salero Minang: Restoran Padang di Belanda

Prins Hendrikstraat 150 A, 2518 HX, The Hague, Belanda; http://www.salerominang.nl; 7-10 Euro/porsi

Sate padang.

Sate padang.

Menuruti selera ngidam istri yang sedang hamil di Belanda menimbulkan kerepotan tersendiri. Ngidam makanan Indonesia berarti harus ada usaha lebih, tentu karena kuliner tanah air jumlahnya terbatas di negeri kincir angin. Waktu itu Intan ngidam sate padang. Terus terang ini membuat saya cukup bingung, karena saya tidak bisa membuatnya. Untungnya, setelah bertanya sana-sini, seorang teman memberitahu bahwa ada restoran Indonesia di Den Haag yang menjual sate padang, namanya Salero Minang.

Continue reading


Leave a comment

Babylon: The Best (Halal) Spare Ribs in the Netherlands

Oude Kijk in ‘t Jantstraat 44, 9712 EL, Groningen; 050-3180014; 12-14 Euro/plate

The famous spare ribs.

The famous spare ribs.

I and my husband are living in Groningen, the northern-most city in the Netherlands. It is far from other big cities in the Netherlands, such as Amsterdam and The Hague. If we say to our friends “Please come and visit us in Groningen”, most of them will reply “I want to, but Groningen really is far..” Yeah! But Allah has an infinite justice, God locates a halal restaurant serves the best spare ribs in Groningen (lebay ya?) It becomes an attractive thing that make people visit Groningen.

Continue reading


Leave a comment

Kopi Aroma: Legenda Kopi dari Sejak Zaman Belanda

Jalan Banceuy 51, Bandung; Rp 20.000/250 gram; 022-4230473

Mokka arabika giling kasar dan halus.

Mokka arabika giling kasar dan halus.

Sehari sebelum keberangkatan ke Belanda saya disibukkan dengan kegiatan mencari barang-barang titipan teman-teman. Kami mahasiswa Indonesia di Groningen akan mengadakan acara promosi budaya Indonesia. Salah satu yang ingin dikenalkan ke masyarakat Eropa adalah kopi asli Indonesia. Untuk yang satu ini, teman-teman merekomendasikan Kopi Aroma di Bandung. Tempat ini sudah melegenda di Kota Kembang.Tempatnya bukanlah sebuah cafémodern, tetapi merupakan sebuah toko yang menjual kopi baik bubuk maupun bijinya.

Continue reading


Leave a comment

Sarapan Pagi di Simpang Dago: Ketupat Sayur Padang Uda Pero

Jalan Ir. H. Juanda, dekat Simpang Pasar Dago; Rp 8.000–12.000/porsi; 085222935743

Ketupat sayur padang dengan sayur nangka

Ketupat sayur padang dengan sayur nangka

Pengalaman selama delapan tahun tinggal di Cisitu membuat saya sangat hafal seluk-beluk kawasan sekitar situ, tidak terkecuali kulinernya. Salah satu kuliner yang terekam baik di memori adalah Ketupat Sayur Padang Uda Pero. Maka, begitu waktu itu ada kesempatan saya langsung menuju ke lokasi. Untuk mencapai tujuan, patokan paling gampang adalah Pasar Simpang Dago. Untuk menuju Pasar Simpang Dago Anda bisa memakai angkot Kalapa-Dago, Stasiun-Dago, atau Riung Bandung-Dago. Dari lampu merah simpang mengarahlah ke atas dan lokasi ada di sisi kiri jalan di deretan los penjual makanan. Continue reading


Leave a comment

Nasi Timbel Bawean: Timbelnya Urang Bandung

Jalan Bawean Pav 3, Bandung; Rp. 15.000 – 30.000/porsi; 022-4211167, 081321252222

nasi merah, ayam goreng, pepes usus, pepes peda, jerohan ayam goreng

nasi merah, ayam goreng, pepes usus, pepes peda, jerohan ayam goreng

Pagi hari itu sekitar jam 10 saya dan Mas Iis baru saja selesai medical check-up. Prosedur medcheck mengharuskan kami puasa sejak pukul 22 semalam sebelumnya. Jadilah kami berdua merasa sangat lapar. Setelah berunding, akhirnya diputuskan untuk makan di Nasi Timbel Bawean.

Untuk menuju kesini, ancer-ancernya adalah perempatan Heritage Factory Outlet di persimpangan Jalan Banda dan Jalan Riau. Mengarahlah ke arah Kantor Pos di seberang dan lurus sampai bertemu lampu merah. Setelah lampu merah terdapat pertigaan dan beloklah ke kiri. Itulah Jalan Bawean. Nasi Timbel Bawean terletak di sisi kiri jalan. Continue reading