Substansi

Ingin jadi wartawan, nyasar jadi guru


2 Comments

Kehamilan minggu ke-16: makanan sehat dan mendengarkan detak jantung

Susu

Susu cair di Belanda

Seri Kehamilan #3

Perkembangan fisik dan otak bayi harus mendapat perhatian lebih, bahkan sejak masih di dalam kandungan. Salah satu hal yang bisa kita kendalikan adalah asupan bagi si ibu hamil. Waktu pertemuan pertama dengan bidan, kami diberitahu apa yang boleh dan tidak boleh dimakan. Pada prinsipnya, semua boleh dimakan kecuali daging mentah dan jerohan (terutama hati). Selebihnya boleh dkonsumsi asal tidak berlebihan.

Jika di Indonesia pada umumnya dianjurkan untuk minum susu khusus untuk ibu hamil, maka tidak demikian dengan di Belanda. Bidan hanya bilang, sebaiknya minum susu (biasa) sehari dua gelas. Susu yang boleh diminum adalah susu yang sudah dipasteurisasi. Karena penasaran, kami pun mencari-cari di berbagai supermarket. Ternyata memang disini tidak ada susu khusus untuk ibu hamil :)) Continue reading


1 Comment

Kehamilan minggu ke-15: syukuran 4 bulanan

4 bulanan

Syukuran 4 bulanan di rumah mertua di Bandung

Seri Kehamilan #2

Begitu tahu bahwa Intan hamil, kami segera memberitahu keluarga di Indonesia. Jaman sekarang sudah canggih. Meskipun baik orang tua Intan dan orang tua saya agak gaptek, mudah saja bagi kami menghubungi. Kami berlangganan VOIP, yaitu layanan telepon menggunakan data internet. Pertama kami menelepon ke Bandung, ke keluarga Intan. Continue reading


2 Comments

Kehamilan minggu ke-11: membiasakan diri dengan cara pikir orang Belanda

Week 11 all

USG minggu ke-11 dan dokumen kehamilan

Seri Kehamilan #1

Alhamdulillah istri saya, Intan, akhirnya hamil. Kami berdua sangat senang dengan berita ini. Sebetulnya berita ini sedikit mengejutkan. Kami memang amat mengharapkan kehadiran seorang buah hati. Tetapi setelah beberapa kali mencoba dan berkonsultasi ke dokter dan mempertimbangkan latar belakang kondisi fisik kami, tidak berani terlalu berharap istri bisa hamil secepat ini. Ternyata oleh Allah SWT diberi hamil, maka tentu kami sangat bersyukur.

Kehamilan ini adalah anak yang pertama. Karena saat ini kami sedang ada di Belanda karena saya sedang S-3 di Rijksuniversiteit Groningen, tentu segala prosedur kesehatan mengikuti rambu-rambu yang sudah ditentukan dalam sistem pelayanan kesehatan di Belanda. Kami tidak ada rencana untuk melahirkan di Indonesia, di Belanda saja biar tidak repot bolak-balik. Karena semua serba baru, dan juga jauh dari tanah air, maka saya berencana untuk menulis serial artikel yang menceritakan tentang proses kehamilan di negeri kincir angin. Continue reading