Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB


Leave a comment

Kebetulan?

Di sekitar saya saja, banyak sekali “kebetulan” yang terjadi.

Saya

Bulan September 2008, tugas akhir (TA) saya sudah selesai setelah dua bulan berkutat dengan notasi matematis dan Visual Basic. Saya sudah mendapat tanggal untuk sidang sarjana. Saat itu, saya sudah mempunyai beberapa alternatif setelah lulus:

  1. Bekerja di perusahaan Fast-moving consumer goods (FMCG) yang menjadi salah satu destinasi kerja favorit lulusan Teknik Industri (TI). Saya sudah melewati tahap wawancara akhir.
  2. Bekerja di salah satu perusahaan konsultan asing yang juga menjadi favorit anak TI. Saya masih harus wawancara dengan user.
  3. Bekerja di BUMN regulator pangan yang salah satu kasusnya menjadi topik TA saya. Saya malah sudah disodori kontrak lengkap dengan rincian gajinya.

Tidak disangka-sangka, tiga hari sebelum sidang saya sakit. Rupanya kerja terus-menerus sepanjang bulan Ramadhan ditambah pola hidup yang kurang baik selama kuliah membuat organ dalam bermasalah. Usus dan lambung saya pecah. Jadilah saya harus bed-rest selama empat bulan penuh.

Continue reading


Leave a comment

Terbuang

Untuk T

Lunglai matanya merenda bayang
Dia yang terlarang melangkah datang
Nanar matanya mencari tautan
Tibakah saatnya untuk dicampakkan

Beku matanya menyorot hampa
Tanpa ampun lelaki itu berkata
Aku sudah berjasa!
Datanglah wahai adinda pelipur lara

Kosong matanya bersirat luka
Tubuh molek melenggok manja
Waras akalnya mencari logika
Buah hati tidak ranum tanpa jasa

Rayuan kenes naik ke ujung langit
Belati menanti menyayat kulit

Sorot matanya membakar ilalang
Di gubuknya sendiri ia terbuang
Tajam matanya menusuk tajam
Di rumahnya sendiri ia terbuang

Groningen, April 2016


Leave a comment

Guncang

Kelak kaubaca kata-kataku mengucap ngilu
Mengabarkan masa-masa penuh tikai
Juga nyeri orang-orang tercinta yang jatuh terbantai

Setiap kali sepi mengepung begini aku ingin direngkuhnya
Melekapkan kepala di dada, menyimak lebur sungai
Di balik bukit-bukit landai

Kelak kaubaca kata-kataku mengeja rindu
Kuseru namanya berulangkali dengan desir darah dalam nadi
Aku dicintai
Aku dilukai

Siapakah di antara kalian tak kepayang
Pada tubuhnya yang tembus pandang

Continue reading


2 Comments

Menjadi A Full Time Mother

The love of my life

The love of my live

Sewaktu masih bujangan, saya pernah ngobrol-ngobrol dengan seorang teman. Seperti sewajarnya obrolan para mahasiswa, cepat atau lambat topik diskusi menyerempet ke masalah perempuan. Tetapi ketika itu obrolan kami sedikit bermutu.

Teman saya bertanya, kriteria perempuan seperti apakah yang kelak ingin saya jadikan sebagai seorang istri? Continue reading


Leave a comment

Solusi optimal dari cinta

Dalam metode optimisasi, solusi optimal itu bisa didapatkan dengan memperbesar ruang solusi. Dalam uji hipotesis, kesalahan tipe I (false positive) dan tipe II (false negative) itu bisa direduksi dengan memperbesar ukuran sampel.

Kaidah ini berlaku untuk hampir semua hal dalam kehidupan. Artinya, jika ingin mendapatkan hasil yang lebih baik, maka teruslah mencoba. Perbesar kemungkinan mendapatkan hasil terbaik dengan selalu mengeksplor ruang solusi yang lebih besar. Seperti prinsip di Teknik Industri: there is no a best way, there is always a better way.

Namun, ada satu pengecualian dimana prinsip ini tidak bisa diterapkan, yaitu Cinta. Dalam cinta, menurut saya kita tidak boleh coba-coba. Kalau selalu ingin memperbesar sampel, sampai kapan pun tidak akan pernah puas. Kalau selalu ingin dapat yang lebih baik, Anda tidak akan pernah jadi orang yang punya komitmen. Eventually, you will end up losing every thing.

Because love is not to find someone perfect, but to find someone who understands your imperfections perfectly.

Groningen, 24 Desember 2014, jam 09;30 CET


70 Comments

Stigma negatif perempuan Sunda, layakkah kita pertahankan?

Saya sudah lama ingin menulis soal ini. Tetapi belum menemukan cara yang baik supaya bisa ditulis in a delicate way. Tetapi terlalu lama dipikir malah bikin tidak jadi terus untuk ditulis. Oleh karena itu, coba ditulis sekarang. Sebelumnya saya mohon maaf jika ada pembaca yang tersinggung. Tulisan ini murni adalah pendapat saya. Isi tulisan ini juga tidak menggeneralisasi. Oleh karena itu, ketika saya bilang orang Jawa, tidak semua orang Jawa seperti itu, vice verse. Continue reading