Substansi

Ingin jadi wartawan, nyasar jadi guru


Leave a comment

Korelasi antara durasi pacaran dengan harmonisnya pernikahan

Tulisan ini merupakan lanjutan dari opini saya sebelumnya.

Saya hanya mengenal sedikit ilmu statistika, tetapi saya berani bilang bahwa durasi masa pacaran itu tidak berkorelasi dengan tingkat keharmonisan waktu sudah menikah nanti. Artinya, suami-istri yang dulu masa pacaran (atau kenalan) nya singkat tidak selalu kalah harmonis dibandingkan mereka yang dulu pacarannya lama, vice versa. Bukti empirisnya mudah. Ada yang kenalan hanya beberapa bulan, menikah, ternyata harmonis sampai kakek-nenek. Di sisi lain, ada yang pacaran bertahun-tahun, keburu putus duluan sebelum menikah. Artinya, semua itu terjadi dengan acak. Continue reading


Leave a comment

Benarkah cinta itu yang terpenting di sebuah pernikahan?

Kira-kira dua minggu lalu, saya ditanya oleh seorang teman. Pertanyaanya sederhana, “Bagaimanakah kita bisa mendapatkan keyakinan bahwa seseorang itu adalah orang yang tepat untuk menjadi suami/istri/pasangan hidup kita?”. Pertanyaan ini klasik, dan sudah milyaran kali muncul di dunia ini. Teman saya ini belum menikah, dan karena saya sudah menikah, tentu ekspektasinya saya bisa menjawab pertanyaan dia. Saya coba berpikir sebentar, tetapi tetap saja sulit menjawabnya dalam kalimat yang sederhana. Continue reading


Leave a comment

Tujuh Cerita



Sudah berbulan-bulan saya merenung dan tadi malam dapat setitik ilham. Saya ingin menulis tujuh cerita yang salah satu cerita diantaranya sudah selesai dikarang. Semoga ketujuhnya selesai sebelum pergantian tahun dan berikut judul yang sudah terpikir di dalam benak:

 

1.       Prolog

2.       Pertemuan

3.       Bulan madu

4.       Perpisahan

5.       Kegoncangan

6.       Rendezvous!

7.       Penantian

 

Orang bilang, “terkadang pena dapat menuliskan kalimat yang lebih tajam dari sebilah pedang”. Saya coba revisi anggapan lama itu menjadi “pena berguna untuk menuliskan kalimat pada saat kamu tidak sanggup untuk berkata-kata”.