Substansi

Ingin jadi wartawan, nyasar jadi guru


Leave a comment

Solusi optimal dari cinta

Dalam metode optimisasi, solusi optimal itu bisa didapatkan dengan memperbesar ruang solusi. Dalam uji hipotesis, kesalahan tipe I (false positive) dan tipe II (false negative) itu bisa direduksi dengan memperbesar ukuran sampel.

Kaidah ini berlaku untuk hampir semua hal dalam kehidupan. Artinya, jika ingin mendapatkan hasil yang lebih baik, maka teruslah mencoba. Perbesar kemungkinan mendapatkan hasil terbaik dengan selalu mengeksplor ruang solusi yang lebih besar. Seperti prinsip di Teknik Industri: there is no a best way, there is always a better way.

Namun, ada satu pengecualian dimana prinsip ini tidak bisa diterapkan, yaitu Cinta. Dalam cinta, menurut saya kita tidak boleh coba-coba. Kalau selalu ingin memperbesar sampel, sampai kapan pun tidak akan pernah puas. Kalau selalu ingin dapat yang lebih baik, Anda tidak akan pernah jadi orang yang punya komitmen. Eventually, you will end up losing every thing.

Because love is not to find someone perfect, but to find someone who understands your imperfections perfectly.

Groningen, 24 Desember 2014, jam 09;30 CET


8 Comments

Mengapa kuliah di luar negeri?

Sudah hampir dua tahun ini saya ada di Groningen, Belanda. Sejak bulan Desember 2012, saya ada di negeri yang dingin ini untuk menempuh pendidikan S-3. Tentu saya tidak membayar sendiri untuk pendidikan ini, orang tua saya juga tidak mungkin membiayai. Lha wong jika selesai sesuai rencana (4 tahun), biaya yang dihabiskan selama studi di Belanda minimal sebesar 1 miliar rupiah. Tidak mungkin saya maupun orang tua mempunyai uang nganggur sebesar itu, hehehe. Continue reading


Leave a comment

Italia: Eloknya kota Florence

Florence dari Piazzale Michelangelo

Florence dari Piazzale Michelangelo

Kami sengaja berangkat dari Bologna agak pagi supaya mempunyai waktu yang banyak di Florence, kota tujuan selanjutnya. Kereta sampai di kota kelahiran Renaissance ini jam 10:40, setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam. Kereta yang kami pakai adalah Frecciargento, kelas kedua dari kereta cepat di Italia. Kereta jenis ini mampu berjalan dengan kecepatan 250 km/jam. Tiketnya cukup mahal untuk jarak sedekat itu, 13 Euro per orang.

Dari stasiun Firenze Santa Maria Novella kami menuju ke penginapan menggunakan bis. Sempat agak bingung mencari halte bisnya, karena ternyata banyak platform. Continue reading


Leave a comment

Italia: Mencari obyek wisata di Bologna

Via Del' Indipendenza

Via Del’ Indipendenza

Setelah berkemas-kemas, kami berangkat dari Stasiun Milano Centrale dengan kereta pukul 12:35 pada hari Sabtu, 16 Agustus 2014. Perjalanan sejauh 245 km ditempuh selama 2 jam. Kami menggunakan kereta FrecciaBianca yang dikelola oleh Trenitalia, perusahaan kereta api di negeri pasta. FrecciaBianca adalah jenis kereta yang digunakan untuk jarak jauh dengan kecepatan terkecil dari jenis lain, yaitu sekitar 200 km/jam. Kereta di Italia bagus, lebih bagus dari NS-Belanda. Untuk perjalanan ini, harga tiket yang kami bayar adalah sebesar Euro 19/orang. Tentu tiket sudah kami pesan dari jauh-jauh hari. Continue reading


Leave a comment

Italia: Milan, antara bagusnya cityscape dan kumuhnya kota

Duomo di Milano

Duomo di Milano

Musim panas di Eropa adalah saatnya liburan. Pada medio Juni-Agustus, kantor-kantor akan menjadi lebih sepi biasanya, karena orang-orang mengambil zomervakantie (libur musim panas). Saya dan Intan tidak terkecuali. Pada awal Juli kami merencakan untuk liburan di pertengahan Agustus. Rentang waktu ini dipilih karena bulan Juli masih puasa Ramadhan, tentu sangat berat untuk jalan Continue reading


Leave a comment

Jerman bagian Utara: Mengagumi indahnya Dresden dan penyesalan di Hannover

Bruehls Terrace

Bruehl’s Terrace

Sewaktu kecil mungkin kita pernah membaca cerita tentang suatu tempat dengan kastil dan sungai yang indah, juga dengan burung-burung merpati yang memeriahkan suasana. Sebagai seorang yang lahir dan besar di Indonesia, gambaran seperti itu selama hanya menjadi imajinasi karena tidak pernah ditemui kenyataannya. Namun, begitu bulan Mei ke Dresden, sebagian dari potret itu terpenuhi. Kondisi itu didapati di Brühl’s Terrace. Sebuah balkon yang dulunya milik bangsawan yang menhadap Sungai Elbe yang mengalir dari Ceko sampai ke Hamburg. Teras terletak di kastil yang juga berada di lingkungan bangunan-bangunan klasik. Disitu kita bisa memandangi Continue reading


2 Comments

Jerman bagian Utara: belajar sejarah di Berlin

Brandenburg Gate

Brandenburg Gate

Kami berangkat dari Hamburg hari Kamis, 29 Mei 2014 menggunakan bis Berlin Linien yang berangkat pukul 08:00 pagi. Bis berangkat dari Hamburg Zentraler Omnibusbahnhof yang terletak di samping Hamburg Hauptbahnhof. Tiket yang kami bayarkan untuk perjalanan ini adalah 25 Euro/orang. Cukup mahal untuk moda transportasi bis yang biasanya lebih murah dari kereta. Mungkin karena ketika itu pesannya sudah agak mepet. Namun karena kalau naik kereta lebih mahal lagi, alternatif tersebut akhirnya tetap diambil. Continue reading


2 Comments

Jerman bagian Utara: Hamburg, kota modern dengan arsitektur unik

Hamburg Town Hall

Hamburg Town Hall

Sepertinya sudah menjadi rule of thumb dari setiap mahasiswa bahwa saat tanggal merah adalah saatnya liburan. Begitu pula saat Hemelvaartsdag tanggal 29 Mei 2014 yang lalu, saya dan Intan merencanakan jalan-jalan untuk memanfaatkan momen kosong tersebut. Seperti waktu liburan ke Belgia, kami tidak bisa merencanakan liburan ini jauh-jauh hari. Hal ini dikarenakan kesibukan menyiapkan Indonesian Day 2014. Jadilah baru bisa bikin rencana sekitar dua minggu sebelumnya. Continue reading


5 Comments

Kiat-Kiat Belajar Bahasa Inggris dengan Baik-Bagian Kedua (Berdasarkan Pengalaman Pribadi)

Ditulis di Bandung, 30 Maret 2011

(sambungan) Setelah kemampuan listening dan reading mencukupi, sebenarnya itu sudah bagus karena berarti Anda sudah bisa berbahasa Inggris secara pasif, selanjutnya adalah bagaimana bisa berbahasa secara aktif yang dalam hal ini diwakili oleh kemampuan writing dan speaking. Writing saya tidak menyiapkan secara khusus. Tetapi kebetulan selama 3 bulan sebelum tes IBT saya menulis paper penelitian yang akan dimajukan ke konferensi internasional. Sangat terasa kemudahan dalam menulis setelah saya membekali diri dengan kemampuan structure. Penulisan jauh lebih lancar dan cepat dari sebelumnya meskipun ketepatan kosakata dan idiom saya masih terkendala. Tetapi hal ini dapat dimengerti karena pertama, menulis teks akademik sama sekali berbeda dengan menulis blog dan yang kedua, memang kosakata bahasa Inggris sebanyak 600.000 kata, enam kali lebih banyak dibandingkan dengan kosakata bahasa Indonesia. Continue reading


Leave a comment

Kiat-Kiat Belajar Bahasa Inggris dengan Baik-Bagian Pertama (Berdasarkan Pengalaman Pribadi)

Ditulis di Bandung, 27 Maret 2011

Kira-kira sebulan yang lalu nilai TOEFL IBT (internet based test) saya keluar. Alhamdulillah skornya 104 (dari maksimum 120). Nilai 104 jika dikonversikan ke TOEFL PBT (paper based test) setara dengan 613 (dari maksimum 677). Dari kemungkinan nilai maksimum setiap section adalah 30, saya mendapatkan skor 28 untuk reading, 29 untuk listening, 22 untuk speaking dan 25 untuk writing. Saya coba bagi pengalaman saya kepada pembaca dan karena panjang, teks ini dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama utamanya menjelaskan latar belakang, listening dan reading sedangkan writing, speaking dan kiat-kiat umum dibahas di bagian kedua.

Continue reading